Monday, February 04, 2008

otomatis romantis (banjir..lewaaat!)


Well....ini bukan rekomendasi, juga bukan menghujat, dan lagi juga bukan sok tahu menilai baik buruknya sebuah film Indonesia yang sempet diputer di bioskop dengan jadwal nomat yang ternyata gak penuh-penuh amat penontonnya. Ini hanya sekedar bercerita menurut sudut pandang gw sebagai salah seorang yang mendapat kesempatan menontonnya setelah melalui banjir yang menggenangi sebagian Jakarta.

Jumat malem, 1 Februari 2008, BIP gak banjir untungnya…

21 Cineplex, Lt. 3, studio 2 – C6 s.d C9

Dilihat dari judulnya, film ini kesannya romatis ye? Tapi sebenernya setelah kalian lihat sendiri, jujur film ini jauh dari kesan romantis dan jangan ngebayangin adegan kaya di film AADC (jauh teman…) . film ini lebih pantas untuk disebut komedi cinta (hayah..)

Begini ceritanyah…

Film ini berkisah tentang Nadya yang diperankan oleh Marsha Timothy (dalam hal ini, peran marsya timothy cukup membuat melek mata lelaki seperti gw, tapi gak termasuk lelaki yang dengan gak tahu malunya grepek-grepekan ma cewenya sewaktu film diputer…najiss..!!). Nadya mempunyai karier yang sukses,dalam usia rentang 20-an (kalo gak mau dibilang menjelang 30-an) dia udah menjadi pimpinan redaksi sebuah majalah gaya hidup dan mode -Wanita Kita-. Tapi sayang kesuksesan dalam karier ternyata tidak semulus dalam hal perjodohan. Nadya tidak mau berhubungan dengan lelaki dan sangat tidak percaya dengan lelaki. Satu hal yang dia tahu tentang lelaki hanyalah melalui artikel2 dalam majalahnya, seperti “10 cara memuaskan pasangan di ranjang” atau “tips dan trik menyatakan cinta pada lelaki yang disukai”. Parahnya hal ini ditambah dengan kemelut (wedeeeh bahasanya…) rumah tangga kakaknya, Nabila (diperankan sama wulan guritno yang juga bisa bikin melek gw..hueheue). rumah tangga nabila sedang bermasalah dengan suaminya, Dave (diperankan oleh Tukul… no comment dah klo ini..) dikarenakan tukul…eh dave tidak pernah mempunyai perhatian terhadap keluarga karena terlalu sibuk dengan bisnisnya yang katanya dalam seminggu bisa mencapai 250 juta rupiah (hehehe…pajaknya berapa ya…?). nabila menuntut cerai dave dan bersikeras mengambil hak asuh aurell –putri satu-satunya yang gendut ga ampun-ampun dan sama sekali gak mirip sama tukul- .

Hal inilah yang membuat nadia tidak percaya jika perkawinan membawa kebahagiaan. Akan tetapi keadaan berbeda pada adiknya (maaf gw lupa namanya siapa di film itu, yang jelas yang meranin adiknya nadia itu sama dengan pemeran cewek utama dalam film “mengejar mas-mas”, sama-sama nakal tatapan matanya, dan sama-sama berpaham minimalis dalam berpakaian…). Adiknya ini sudah mempunyai pacar yang mirip edi brokoli yang dikawin silang sama ujo project-pop dengan kacamata kodok berbingkai putih (nah luu, bayangin aja sendiri mukanya kaya apa..).

Ditambah lagi dengan paksaan kedua orang tuanya (diperankan oleh chintami atmanegara dan tarzan srimulat- hey… ko aneh ya…-) agar segera mencari jodoh sebelum didahului adiknya dan sebelum turun divisi dari perawan menjadi perawan tua. Hal inilah yang membuat nadya menjadi pemarah di kantornya.

Hingga suatu saat datanglah si bambang (mbacanya gini ya pake ‘h’ : Bhhamm…bhhaang…) yang diperankan oleh tora sudiro. Bambang hidup berdua dengan kakaknya, Tresno, seorang pengangguran yang tiap hari kerjanya hanya berjudi dan ngumpet di bawah bale bamboo tatkala istrinya -Retna- yang sedang hamil besar mencari untuk menuntut pertanggung jawabannya. Bambang bekerja di kantor Nadia sebagai staf administrasi dengan job desc yang tidak jelas, kadang hari ini bikinin kopi, besok motokopi. Meskipun begitu si bambang ini sangatlah jujur dan lugu. Maklumlah dia aseli djogdjakarta… (lho..?!)

Kedatangan bambang ke ruang nadia adalah dengan tujuan agar dia diperbolehkan menjadi seorang wartawan dan menulis artikel di majalah Wanita Kita. Satu-satunya modal bambang adalah pengalamannya menjadi wartawan di majalah pertanian “kompensasi” dan pernah berfoto dengan mantan presiden RI ke-2 soeharto. Jelaslah permintaan bambang ditolak mentah2 oleh nadya yang memang saat itu sedang banyak pikiran, apalagi ditambah permintaan bambang yang ga masuk akal ini.

Dan film pun terus diputer….

Sampai suatu saat, bambang dengan jalan yang tidak dinyana-nyana didaulat menjadi model untuk sebuah iklan di Wanita Kita. Dan mulailah Nadia mengenal bambang sebagai sosok yang sangat lugu, jujur dan polos. Dan seperti dapat ditebak sebagaimana film-film cinta Indonesia yang lain, mulailah tumbuh perasaan yang berbeda di antara mereka. Mereka saling jatuh cinta meskipun nadia berusaha menyangkal perasaannya pada bambang, sedangkan bambang sih cuek bebek aja (dasar cowok..).

Nadia pun berkonsultasi dengan kedua saudaranya yang mmmh… dan kedua saudaranya pun menyarankan supaya nadia menyatakan saja perasaannya pada bambang. Dan nadia pun akhirnya menyatakan perasaan pada bambang dengan cara yang disarankan dalam artikel majalahnya, yaitu “straight to the point, say it and try to close to him and..kiss him..”

Akan tetapi ternyata cara itu tidak berhasil pada bambang (coba ama gw…-mupeng mode on-..). malah reaksi bambang ketika disosor oleh nadia cuma merem melek (ya iyalah...), dan setelah selesai dia malah bilang “asstaghfirullah..bu sadar bu…” bukannya bilang I love you atau apa gitu. Dodol banget dah si bambang tu.. Ya jelas aja nadia merasa terhina karena harga dirinya tercabik-cabik (wew…bahasanya,…) karena secara perempuan ituh harusnya nunggu si lelaki nyatain perasaannya bukan nyatain duluan, apalagi tanpa ba bi bu langsung sosor…hehehe.

Dan nadia pun mulai canggung dan sok jual mahal terhadap bambang. Ditambah lagi pada suatu siang bambang masuk ke ruang nadia dengan keperluan meminjam uang untuk biaya pernikahannya dengan Retna yang sudah hamil besar (istri kakaknya, Tresno yang pengangguran itu..). tentu saja nadia menjadi kaget dan tidak mau mendengar penjelasan dari bambang karena dia pikir bambang sama saja denga pria lain yang terpaksa menikahi wanita lain karena keburu hamil duluan. Dan Nadia sangat marah. Padahal Bambang menikahi Retna pun terpaksa karena merasa kasihan pada Retna dan anaknya jika sudah lahir nanti.

Dan kesalahpahaman pun mengalir…

Suatu ketika, ketika sedang ada sesi pemotretan wanita hamil, datanglah Tresno ke kantor Nadia untuk menawarkan Retna sebagai model untuk sesi itu karena sedang hamil betulan, bukan hamil boongan yang perutnya disumpel bantal. Sebelumnya Tresno memang pernah ke kantor Nadia mengaku-ngaku sebagai manajemen Bambang. Hal ini karena dulu dia pernah melihat Bambang menjadi model dalam majalah Wanita Kita. Sebelumnya Nadia merasa kesal dan menolak tawaran tersebut, terlebih lagi Tresno adalah kakak Bambang, seseorang yang telah menghancurkan hatinya. Namun Tresno tetap berusaha menawarkan Retna dengan gigih. Hingga sampai saat ketika Tresno memperkenalkan Retna kepada Nadia. Nadia pun bingung, bukankah Retna adalah istri Bambang? Dan tresno pun menjelaskan keadaan sebenarnya.

Dan Nadia pun tersadarkan atas kesalahpahaman yang terjadi selama ini antara bambang dan dirinya.

Dan cintapun mengalir kembali………

PS:

Setelah nonton film ini ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil:

1. ternyata cewek cakep ga selamanya bersanding dengan cowok cakep. Contohnya ada dalam film ini dimana cewek cakep, Nabila (diperankan wulan guritno) malah nikah ama Dave (diperankan ama tukul). Bukan bermaksud bilang kalo tukul itu g cakep, tapi cuma ngasih gambaran aja kalo cinta tuh ga mandang wajah tapi mandang materi (halah..)..yah pokoknya cinta tuh ga mandang wajah mau jelek atau cakep, mau kaya ato miskin, kalo udah connect ya lanjuut…

Tapi yang di film ni ya kebangetan, gatau kebetulan apa disengaja, masa chintami atmanegara dipasangin sama tarzan srimulat, wulan guritno sama tukul, dan adeknya sama makhluk kribo berkacamata kodok…yah mungkin ini emang disengaja untuk membangun suasana komedi dalam film ini, atau mungkin untuk menunjukkan kutukan pada keluarga ini…? Hehehe..piss ah, no offense..

2. dalam menjalani hidup tuh harus seimbang. Seimbang antara materi dan rohani. Emang banyak sih wanita sekarang yang lebih mentingin karier dengan alasan macem-macem, seperti ‘kalo udah nikah susah untuk berkarier karena sibuk sama anak’ ataupun alasan klise ‘emang lelaki aja yang bisa ngejar karier tinggi, emansipasi dong’ atau bahkan ‘mumpung ada kesempatan, sayang kan?’ ataupun ‘ masa kuliah tinggi-tinggi cuma mentok ibu rumah tangga doang?’.

Well, emang bener sih alasan itu, tapi masa iya ngejar karier terus malah lupa kawin? Ya nggak kan..mau gak mau, kodrat wanita itu ya menjadi ibu bagi anak-anaknya, mendidik mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah (wew…ngerrrriii..) sedangkan masalah memenuhi kebutuhan rumah tangga ya menjadi tanggung jawab suami nantinya. Nah menjadi wanita itu jangan terlalu mengejar karier hingga melupakan sesuatu yang penting. Pilih mana hayo, duit banyak tapi sendirian gada yang merhatiin apa duit pas-pasan tapi bahagia bersama anak dan suami? Hemm…

Yah pokoknya seimbangkan aja. Ngejar karier gak salah, asal jangan kebablasan aja..

Menurut gw pribadi si lebih enak dapet istri kerja dan bisa ngurus anak juga…obsesi..

3. jika seseorang ingin bicara, dengarkanlah hingga tuntas, jangan memotongnya. Sebab jika dipotong, tentu saja maksud dan isi omongan tersebut nggak bakalan nyampe dan yang ada malah menimbulkan kesalahpahaman. Jadi mulai sekarang try to listen what other people said…then make your comment if it asked..

4. Jadi pengen cepet nikah…(hayah)

3 comments:

***Marycha's Blog said...

kurang kerjaan y ted...???
sampai bikin resume.
udah nikah aja sana..daripada dipendam2 keinginannya.

nene said...

Ted, aku sama sekali ga inget tuh si marsha timothy namanya sapa..
yang jelas kuciwa lah nonton di bioskop. harusnya minjem ajah, huhuhu

eskopidantipi said...

aku si inget...
cakep gitu lowh...