Friday, May 02, 2008

Naik terus...terus naik!


Malam tadi gua dikejutkan dengan adanya berita di TV yang menginformasikan adanya kenaikan BBM non-subsidi (pertamax dan pertamax plus). Padahal kenaikan sebelumnya belum lama terjadi. Kenaikan sebelumnya dimulai pada 15/4/2008. Memang belum terlalu lama, hanya berselang 2 minggu saja pemerintah sudah kembali menaikkan harganya. Kekhawatiran gua sebagai salah satu pengguna pertamax seperti yang diungkapkan disini ternyata terbukti sekarang.

Kenaikan harga Pertamax ini dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia. Untuk mengimbangi kenaikan tersebut maka Pemerintah terpaksa mengambil langkah dengan menaikkan harga secara serempak di seluruh wilayah di Tanah Air mulai Kamis (1/5). Kenaikan harga bervariasi mulai dari Rp 400 hingga Rp 600 per liter.

Di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pertamax dijual seharga Rp 8.750 per liter. Sedangkan di Semarang, Jawa Tengah, serta Surabaya, Jawa Timur harganya naik menjadi Rp 8.950. Sementara di Medan, Sumatra Utara, harga pertamax naik Rp 600 per liter dari sebelumnya Rp 8.500. Adapun kenaikan tertinggi Rp 10.200 per liter terjadi di Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Pertamina sendiri mengungkapkan semenjak kenaikan sebelumnya pada 15/4/2008, konsumsi BBM non-subsidi semakin menurun dan sebaliknya permintaan terhadap BBM subsidi (premium) semakin meningkat. Hal ini karena banyak pengguna BBM non-subsidi yang beralih kepada BBM subsidi. Jika dibiarkan terus, akan berdampak pada pembengkakan beban subsisi APBN 2008. Dan akhirnya demi menghindari pembengkakan APBN, jalan yang dipilih pemerintah adalah menaikkan kembali harga BBM non-subsidi.

Jadi sekarang jangan kaget jika saat mengisi BBM di pom bensin kita dapat melihat mobil mewah yang tanpa malu ikut mengantri di barisan BBM subsidi (premium). Entah apa yang dipikirkan si pemilik mobil mewah tersebut. Terlalu pelit atau memang sudah tidak punya malu?

Kalo gua bukan bermaksud bermewah-mewah dengan mengkonsumsi pertamax buat motor yang biasa gua pake ke kantor. Hal itu karena kondisi mesin motor gua yang memang mengharuskan untuk mengkonsumsi pertamax. Sebab jika dipaksakan mengkonsumsi Premium yang kualitasnya sendiri terkadang tidak memenuhi standar (kadang ada yang dioplos) maka akan merusak mesin motor. Jadi buat gua gak ada pilihan lain selain memakai pertamax. Meskipun dengan itu gua harus mengencangkan ikat pinggang lagi.

Menurut gua, harusnya setiap mobil mewah yang mengisi BBM dikenakan semacam pajak lagi agar adil. Buat mereka kenaikan harga BBM sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Wong mereka mampu membeli mobil mewah, masa iya gak mampu beli BBM non-subsidi. Aneh kan kalau begitu?

"naik-naik ke puncak gunung...tinggi..tinggi sekali...

kiri kanan kuilihat saja banyak antrian BBM..."

hhhhhhh....

1 comments:

Ghozy's Mom said...

halo, ted, aku wis bikin blog ki...