Thursday, July 10, 2008

Unjuk Rasa Everyday

Tiap pagi begitu nyampe kantor, biasanya gua langsung nyalain kompi, pasang mouse kelap-kelip, sama login password. Gak lama tampilan desktop muncul, dan yang pertama kali gua klik adalah icon "rubah api" buat berselancar di internet. Selanjutnya nongol default page berupa google search page. Dan URL pertama yang gua ketikan di browser adalah Kompas.com. Setiap hari ritual itu gua lakukan tanpa bosan. Yah, kecuali hari Sabtu dan Minggu...hehehe...

Selama ini ada yang gua cermati tiap buka website Kompas.com itu, terutama di tengah di bagian berita terkini. Dan yang menarik adalah, berita mengenai unjuk rasa selalu ada setiap harinya. Entah itu yang mengabarkan tentang jalan-jalan yang harus dihindari karena ada unjuk rasa ataupun jumlah unjuk rasa beserta lokasinya. Sebagai contoh, pagi ini berita unjuk rasa yang sempat gua lihat adalah judulnya "Awas Macet, 9 Unjuk Rasa. Kemarin pun berita mengenai unjuk rasa terpajang jelas dengan judul "Ini Lho Jadwal Unjuk Rasa Hari Ini". Bahkan unjuk rasa pun ada jadwalnya, tiap hari pula.

Melihat fenomena ini kadang gua mikir, kok ada aja ya unjuk rasa tiap hari. Setiap hari kayanya para demosntran gak ada bosen-bosennya berunjuk rasa. Entah itu unjuk rasa tentang kenaikan BBM, unjuk rasa penuntasan kasus suap di Kejaksaan dan di DPR, hingga unjuk rasa menuntut kenaikan upah buruh. Menurut gua sih, mereka berunjuk rasa karena tuntutan mereka tidak pernah didengar oleh pihak yang berkepentingan. Walapun di dengar dan berusaha untuk dituruti, itupun dalam jangka waktu yang cukup lama dan bertele-tele. Akibatnya pihak yang manuntut tersebut kehilangan kesabaran dan memutuskan cara langsung saja lewat unjuk rasa, biar lebih didengar dan dianggap. Tentunya juga dengan memilih lokasi berunjuk rasa yang dapat dilihat oleh umum. Seperti Monas, Bunderan HI ataupun lokasi-lokasi strategis lainnya.

Tapi terlepas dari banyak sedikitnya unjuk rasa ini, gua cuma pengin agar setiap unjuk rasa itu berlangsung dengan damai dan sebisa mungkin tidak merugikan kepentingan umum. Sudah jamak banget setiap unjuk rasa pasti menimbulkan kemacetan sehingga membuat pemakai jalan raya harus mengalihkan jalur kendaraannya agar tidak terjebak macet yang ditimbulkan unjuk rasa tadi. Dan bukan cuma kemacetan aja, terkadang juga unjuk rasa itu jika gak terkendali bisa menimbulkan korban jiwa dan materi. Seperti kita ketahui, Unjuk rasa mahasiswa 24 Juni kemarin menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Kemacetan panjang, pembakaran mobil, hingga perusakan fasilitas umum. Akibatnya mahasiswa dicap jelek oleh masyarakat karena unjuk rasa yang katanya membela kepentingan rakyat malah tak terlihat unsur pembelaannya dimana. Dan masyarakat pun tahu jika aksi anarkis yang ditimbulkan unjuk rasa tersebut pastilah ada yang menunggangi. Ada provokator yang memanas-manasi. Ada sekelompok orang yang ikut menyusup dan memanfaatkan situasi. Dan akhirnya unjuk rasa yang tadinya damai pun bisa berubah menjadi aksi anarkis. Ujung-ujungnya mahasiswa pula yang disalahkan.

Yah, semoga aja unjuk rasa yang sekarang berlangsung tiap hari gak berbuntut anarkis lagi. Cukup 24 Juni kemarin aja yang terakhir. Demokrasi itu gak selalu harus anarkis kan?

0 comments: