Tuesday, October 28, 2008

Nothing to Lose



senin pagi, sekitar jam 9-an saya dikejutkan oleh message dari temen kuliah saya di Gtalk...

elsyamaji: diklat

saya :? *bingung apakah ini mau nitip absen gak masuk kuliah karena dia ikut diklat atau apa*

elsyamaji: kowe le diklat..

saya:...?! *masi bingung*

elsyamaji: cek kepegawaian *maksudnya saya diuruh ngecek intranet kepegawaian mengenai pengumuman diklat*

waktu berhenti sejenak..

saya : waaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....*dag dig dug serr*


menurut terawangan saya di intranet kepegawaian, memang saya ditunjuk secara jabatan untuk mengikuti diklat fungsional pemeriksa. dan jujur aja, perasaan saya langsung dag dig dug ser persis saat naik jet coaster di Dufan. lha gimana gak, dari obrolan beberapa teman kantor bilang, jika jadi fungsional siap-siap aja mutasi nasional, alias seluruh Indonesia. alias mutasi. padahal melihat golongan saya yang masih kecil, sebenarnya dengan jabatan pekerjaan saya sekarang ini, kemungkinan mutasi paling hanya mutasi lokal. tapi hal itu gak berlaku jika menjadi fungsional, sekecil apapun golongannya, mutasi tetap skala nasional.

jujur saya merasa nothing to lose juga melihat kenyataan ini. satu sisi, saya berpikir apa iya jika selama masa karir saya hanya mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja? kemudian di sisi lain, saya juga merasa enggan keluar dari Jawa, tempat saya dilahirkan dan dibesarkan, kuliah, bekerja, hingga mendapatkan jodoh. terlebih lagi saya merasa belum memiliki kemampuan yang cukup untuk menjalankan tugas fungsional yang notabene bisa dikatakan berat.

sebab fungsional itu setali tiga uang dengan mutasi. belum genap dua tahun ada kemungkinan tahun depan sudah mutasi. begitulah fungsional. terlebih lagi jika mutasi ke daerah yang terpencil dan kurang tersentuh pembangunan. malas juga membayangkannya. memang dengan menjadi fungsional, golongan akan meningkat, tunjangannya pun meningkat, sehingga otomatis penghasilan juga meningkat. tapi terkadang semua itu harus dibayar dengan keadaan jauh dari keluarga, jauh dari rumah, tekanan pekerjaan bahkan hingga dilema etika pekerjaan tak jarang menghampiri.

setiap pilihan ada konsekuensi yang harus diambil. karena itulah kehidupan, dimana pilihan-pilihan selalu menghampiri kita. tergantung kita akan memilih yang mana.apapun yang kita pilih, semua ada konsekuensi dan tanggung jawab. hidup adalah resiko, resiko yang harus diambil, dan hasilnya akan kita petik kemudian. pilihan untuk menjadi fungsional atau tidak. pilihan untuk siap atau tidak.

saya hanya berharap, apapun pilihan yang akan dijatuhkan pada saya, semua ada hikmahnya. semua yang terlihat baik bagi kita, belum tentu yang terbaik di mata-Nya. dan semua yang terlihat buruk bagi kita, belum tentu juga terlihat buruk di mata-Nya.

*ditulis saat mencoba mempersiapkan diri menghadapai tantangan hidup selanjutnya*

10 comments:

soeKenThieR said...

mumpung belum punya anak dipuas2in mas mutasi nasional. kalo udah punya anak yang masuk sekolah yaaaa hehehehh

Ratie said...

Wuaaah... kapan lagi bisa keliling Indonesia gratis! Dibayar malah! Haha.. Well, it's just about the way we look at the oportunity, isn't it? Kalo dibawa susah ya susah, kalo dibawa senang ya senang,ted.. :D CAIO!

rerere said...

temen gw dari PMA ke kolaka loo mutasinya... entah di mananya sulawesi ituh....

(bukan komen ya suportif ya? *maap)

ipied said...

wah asyik dong bisa jalan2 ke pelosok, kan menarik tuh... desa yang kamu maksud gak cuma desa yang ada di pulau jawa...
semangat!

marsudiyanto said...

Saya tertarik foto cewek berseragam SMA itu...

kopisusu said...

Tes comment ah. Ndak mau komen panjang-panjang, daripada sakit hati dah ngetik ngalor ngidul, ngabisin waktu dan energi, belom lagi mikirnya. Dah gitu gagal terus comment nya.. Wahh rasanya pen gantung diri, makanya yang sekarang ini cuma tes aja. Kalo gagal ya ndak apa" tho, namanya juga tes. Ya ndak Ted? Udah ah, sampe sini aja tes comment nya.. besok-besok coba bikin comment lagi.

Felicity said...

Wuaduh...mas...Saya malah kepengen bisa keliling Indonesia gratis, dibayar pula... Tapi memang orang beda2x yah. Mungkin lebih berat kalau sudah berumah tangga atau memiliki pasangan tetap. Salam :)

au said...

kayaknya sekarang semua mesti siap jd fungsional.
tinggal nunggu waktu aja.
/me kapan ya????

Retrira said...

Aduh, salah satu cita-cita untuk bisa keliling Indonesia dibayarin pula *nyengir mode on*

Ngomong dan ngebayangin emang mudah..tapi kalo disuruh tinggal di tempat terpencil yang jauh dari mana-mana..toilet aja susah.. pusing juga ya.. *nyengir mode on lagi*

Mudah-mudahan segala keputusan yang diambil membawa hikmah :)

ali said...

selamat menjalankan diklat deh buat temen2 semua







*balik lagi sinau intermediate*