Tuesday, October 07, 2008

Pasca Lebaran

lebaran telah usai...
mudik telah tunai...
badan lemah lunglai...
dompet jadi lebai...(halah, maksa!)

yup, saya kembali. kita semua kembali. kembali bekerja, menjalani rutinitas. kembali ke Jakarta. kembali bekerja mendulang rupiah demi rupiah buat bekal Lebaran tahun depan. kembali ke 9 to 5 (enak aja, saya malah half 8 to 5).kembali duduk di depan komputer, bekerja, chatting, blogging, plurking...

lebaran memang digdaya.kadang hingga sambil kerja pun, saya masih kebayang ngapain aja lebaran kemaren. meski cuma 7 hari di kampung, tetep aja nuansanya masih kerasa sampe sekarang. masih kebayang senyum ibu yang tulus saat saya datang, juga senyum mbah yang masih terlihat cantik meski dengan pipi kempotnya. senyum adik saya yang melukiskan kangen, lama tak berjumpa.banyak hal yang saya lakukan saat lebaran kemarin. dengan terbatasnya waktu, hanya 7 hari ternyata efeknya membuat semuanya begitu teringat.

tapi tak melulu cerita Lebaran itu indah..



pasca lebaran, banyak juga masalah yang terjadi.memang sih pra-lebaran pun banyak terjadi masalah, terutama menyangkut pemudik. mulai dari keterbatasan angkutan lebaran, kemacetan, hingga yang paling mengerikan adalah kecelakaan.

kecelakaan. kata itu yang dua hari ini ramai diomongin di kantor. kemarin ada kabar duka datang. salah seorang teman kantor saya yang berbeda bidang, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan. motor yang dinaiki ditabrak motor dari arah berlawanan.dia terpental dan terbentur separator jalan.helmnya terlepas, dan kepalanya terluka.pendarahan.korban sempat dibawa ke puskesmas terdekat dan dijahit. setelah itu koma dan akhirnya meninggal dunia. begitu kabar itu diketahui seluruh kantor, terkagetlah kami semua. dia yang selalu siap sedia tatkala kompi kami bermasalah. dia yang selalu tersenyum saat saya sapa betapa keren jaket kulit dan helm AGV kuning-nya. dia sekarang telah tiada. entah siapa nanti yang akan menggantikan posisinya.

tragis memang, betapa jalan raya itu sangatlah berbahaya. siapa saja bisa menjadi korban. tak ada yg bisa disalahkan. ini semua merupakan takdir-Nya. semoga keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

........................................................

meski begitu tetap ada cerita indah, seperti ini:
saya masih teringat wajah teman yang datang dari Pati menuju Purworejo demi sowan ke rumah calon pasangannya. berangkat jam 5 pagi dan baru tiba jam 12 siang, tepat saat saya Jumatan, sehingga membuatnya harus menunggu. meski asing berada di tempat yang belum pernah dikunjungi, saya dapat melihat aura bahagia terpancar dari wajahnya (juga wajah deg-degan karena akan bertemu dengan calon mertua). Lebaran memang memungkinkan segala hal. mungkin jika bukan Lebaran, teman saya ini tak sempat berkunjung. yang pasti saya turut berbahagia (meski tidak sempat menarik tarif ojek karena saya antar jemput dan tarif sewa kamar karena menginap di rumah saya). yang saya harapkan semoga nanti undangan itu sampai ke meja saya.

.........................................................

Jakarta, tempat sebagian besar pemudik menggantungkan hidupnya. bekerja hingga mendapat jodoh. pasca lebaran ini, jakarta kembali harap-harap cemas. cemas karena akan kebanjiran arus balik pemudik yang membawa sanak saudaranya ke Jakarta. urbanisasi istilahnya. dimana pemudik membawa sanak saudara yang kesulitan mencari pekerjaan di kampung dan membawanya ke Jakarta dengan harapan mendapatkan pekerjaan.jakarta yang sudah sesak kembali bertambah sesak.jika sudah begini, yang dikhawatirkan bisa menjadi kenyataan. datang dari kampung tanpa keterampilan yang memadai, sedangkan pekerjaan tidak ada, ujung-ujungnya cara apapun dihalalkan. kriminalitas. pencopet, penodong, perampok, penjambret, semua marak di Jakarta. kota yang selalu memiliki masalahnya sendiri. jika sudah begini siapa yang mampu (baca: mau) disalahkan? pembangunan yang tidak meratakah? ketidakmampuan daerah dalam menciptakan lapangan pekerjaan kah? tingkat pendidikan yang kurangkah? atau mahalnya harga pendidikan? entahlah. sudah cukup banyak masalah demi masalah. yang saya tulis disini hanya sekelumit dari gunungan masalah yang sedang kita hadapi diam-diam. momen Lebaran ini pun bagi saya tak hanya sekedar momen merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga momen menanti masalah setelahnya...

paling tidak buat mereka, para pemudik (termasuk saya, dan bahkan mungkin anda-anda yang sempat membaca ini) Lebaran merupakan salah satu cara untuk merayakan hidup, sekali dalam setahun menikmati jerih payah pekerjaan. bersantai bersama keluarga, sejenak melupakan beratnya beban hidup. sebelum semuanya kembali dihadapi. saat untuk mengumpulkan semangat untuk kembali berjuang.

kecelakaan lalu lintas, kemacetan parah, sulitnya mencari pekerjaan, kriminalitas, hingga kantong yang serasa kosong (padahal sebelum Lebaran terasa penuh sesak)

3 comments:

justmyownway said...

iya setujuh dg tulisan eskopidantipi ttg suka dukanya mudik lebaran, bahkan demi mudik 'rela' bertaruh nyawa...prihatin dan sedih juga. btw smoga qt semua selalu diberi kesempatan utk mudik dg sehat & selamat di tahun2 mendatang. Amin

luvie said...

ya di bawa asik aja pakde.. yang penting kan bisa kumpul dengan keluarga.. sempet beli dispenser segala, toh???

rerere said...

turut berduka cita ya buat temen yang meninggal karena kecelakaan pas mudik kemaren. OC kanwil jaksel kan ya?
gw ga terlalu kenal sih..

sama met lebaran..
mohon maaf lahir batin..