Friday, December 26, 2008

Solo Touring Bintaro-Bandung

bintaro-bandung 2,5-3 jam pake travel? Rp 70ribu...

bintaro-bandung pake motor? worthless....

yep, 25 desember kemaren saya dan kucingkecil melakukan perjalanan dari bintaro ke bandung. meski awalnya masih ragu karena ini merupakan perjalanan luar kota yg pertama dengan naik motor, tapi setelah searching internet cari-cari tahu jalur dan persiapan sebelum touring, akhirnya saya memutuskan untuk berangkat. kenapa saya nekat touring ke bandung, pertama kali pula? padahal kan tinggal naik travel, duduk manis, tidur, bangun-bangun udah sampai Bandung..

semua itu karena saya penasaran dan kebetulan saya sedang cuti akhir tahun hingga 5 Januari taun depan. menurut saya, sayang banget waktu liburan di Bandung gak bisa muter2, dan kudu nyari angkot kesana kemari. sedangkan tahu sendiri, ketika musim liburan, macet jakarta pindah ke Bandung. apalagi liburan natal dan tahun baru ini bertepatan dengan liburan anak sekolah. nah, menurut perhitungan saya lebih baik membawa motor selama di bandung, agar saya tetap mobile kemana-mana. yah, meski untuk itu saya harus menempuh perjalanan bintaro-bandung dengan pantat tepos...

but, believe me...it's worthless...

jadi begini ceritanya...



perjalanan dimulai sekitar jam 08.15 WIB dari Bintaro. dari bintaro saya memacu motor menuju ciputat. perjalanan dari bintaro menuju ciputat ini lumayan memakan waktu, karena kondisi jalan itu sendiri yang kurang layak, banyak lubang dan polisi tidur dimana-mana. cukup melelahkan tangan juga, ditambah dengan satu tas di depan dada dan satunya di tengah antara saya dan kucingkecil. tentunya cukup merepotkan dalam bermanuver. tak lama akhirnya sampai juga di ciputat. untungnya sekarang ada flyover yang lumayan meredam kemacetan, hingga saya tak perlu membuang banyak waktu hanya untuk menembus kemacetan. lanjut dari ciputat saya melaju menuju parung. kondisi jalan sepanjang ciputat-parung relatif bagus, tpai terlalu ramai oleh angkot dan mobil pribadi. jadi buat yang suka ngebut, gak bagus deh kondisi lalu lintasnya. saya pun memacu MX saya dengan kecepatan sedang. cukuplah 40-60 km/jam.

sampai di parung, kembali lagi angkot2 membuat ulah. ngetem sembarangan dan bikin macet. untungnya tak lama saya pun melewati parung dan melaju kencang menuju bogor. selama perjalanan menuju bogor, kondisi jalan relatif sepi dan lintasan halus, sehingga saya pun tak menyia-nyiakan hal ini. MX saya pacu hingga 90 km/jam, mengingat masih ada juga beberapa angkot dan orang yang menyeberang jalan. parung-lebakwang-kemang-jalan baru lancar jaya. semilir angin pagi masih sempat saya nikmati dari sela-sela helm.sungguh sejuk dan nikmat. meski perjalanan masih jauh, saya malah tambah bersemangat, menunggu apa yang akan saya jumpai nanti. begitupun kucingkecil yang terus menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.

hingga akhirnya alarm perut pun berbunyi. dan kami pun berhenti sebentar di Yogya jalan baru bogor. parkir dan menuju ke McD. saya lirik jam tangan, pukul 09.30 WIB. ternyata kami telah menempuh perjalanan selama 1 jam 15 menit. itupun baru sampai bogor, belum puncak, belum cianjur, belum padalarang. masih cukup jauh, pikir saya. kami pun segera menghabiskan makanan dan saya menenggak sebotol kratingdaeng untuk mencegah kantuk (biasanya setelah makan saya malah ngantuk). setelah itu perjalanan saya lanjutkan lagi...tak sabar sampai ke puncak dan menikmati pemandangan...

dari McD Yogya, perjalanan kami lanjutkan menuju tajur-ciawi-puncak. perjalanan cukup aman dan nyaman, mengingat jalan tajur hingga pasar ciawi cukup teduh oleh pepohonan di samping jalan. sejuk-sejuk semilir angin masih terasa. hingga akhirnya sampai ke pasar Ciawi (pintu tol keluar jagorawi), perjalanan sedikit tersendat karena macet. ternyata macet tak hanya di pasarnya saja, tapi terus memanjang hingga menuju puncak. bahkan ketika akan memasuki jalur menuju puncak terdapat plang di tengah jalan bertuliskan "PUNCAK MACET". maklum sekarang sudah memasuki musim liburan, dan cukup banyak mobil berplat B yang menuju Puncak, hingga menyebabkan macet. tapi karena saya memakai motor, macet bukanlah masalah. dengan suhu yang terasa makin dingin, kondisi jalan yang semakin menanjak, serta kelokan yang mulai tampak, perjalanan ini mulai terasa lambat. meliuk-liuk diantara kemacetan sambil membawa beban ternyata cukup membutuhkan konsentrasi dan tenaga lebih. untungnya perut sudah terisi dan posisi tas yang tadinya di depan dada, saya turunkan dan dikaitkan dengan spion, sehingga lumayan agak meringankan beban. perlahan namun pasti kami menanjak menuju puncak.

ada kejadian yang cukup membuat saya tersenyum kecil ketika kucingkecil meminta berhenti sebentar untuk mengecek ban. kucingkecil merasa ada yg memanggil dan dikira ada kaitannya dengan ban. dan saya pun berhenti sebentar. saya cek kondisi ban tidak apa-apa, masih mulus. tapi ada seseorang yang memanggil dan berteriak "Villa mas!". oh, ternyata saya baru sadar kalo yg memanggil tadi adalah penjaja villa yang memang mulai ramai di pinggir jalan. dikiranya kami mau check in? hahahaha... memang sih bisa saja check in, kan sudah halal..ya to? tapi buat apa, mending nanti saja check in di Bandung *heheh* saya pun melanjutkan perjalanan kembali.

tak lama jalan mulai terasa sepi dan lancar, khususnya setelah melewati Taman Safari. suhu makin dingin, jalan makin berkelok, dan saya makin semangat. akhirnya kami pun memasuki kawasan puncak. kucingkecil asik menikmati pemandangan sementara saya berkonsentrasi ke jalan. jangan sampai saya terbuai dengan indahnya pemandangan hingga kehilangan konsentrasi ke jalan. fatal akibatnya. hijaunya perkebunan teh, sejuknya udara pegunungan membuat saya tak tahan menghirup oksigen dalam-dalam. jelas sekali perbedaannya dengan udara jakarta yang selama ini saya hirup. damainya suasana, riuhnya pedagang jagung bakar membuat hati tak kuasa untuk berhenti dan mengambil gambar. tapi kucingkecil bersikeras terus saja jangan berhenti supaya cepat sampai Bandung. hingga sampai ke mesjid yang populer disebut masjid Puncak, Masjid At-ta'awun (maaf kalo salah tulis) saya tetap memacu motor dan menghindari godaan untuk berhenti sejenak menikmati jagung bakar dan secangkir kopi hangat. sayang sekali saya tak sempat mengabadikan puncak lewat kamera. kucingkecil memang benar, mengingat tak lama kemudian cuaca berubah menjadi agak gelap pertanda akan turun hujan. saya pun melaju dengan perlahan di gigi dua. hati-hati sekali karena banyak kelokan dan kita tidak akan pernah tahu apa yang akan muncul dari arah yang berlawanan. so, tetep konsentrasi...

setelah naik ke atas, akhirnya sekarang jalan mulai menurun. turun ke bawah. rem depan belakang saya gunakan semua. konsentrasi tidak pernah lepas. mata tetap memandang spion saat akan menyalip kendaraan di depan. dingin tetap menusuk badan. tak lama kemudian kami pun memasuki kawasan cipanas. suasana kota kecil terasa sekali lewat jalan yang sepi dan cukup lancar. entah itu karena pengaruh liburan ataukah memang pengaruh bekas hujan. yang pasti jalanan mulai agak basah dan licin, membuat saya semakin berkonsentrasi. memasuki kota perlahan, hingga akhirnya bertemu dengan papan penunjuk jalan yang menunjukkan arah bandung. motor pun saya pacu mengikuti arah tersebut. hingga kami akhirnya masuk kabupaten Cianjur. memasuki kawasan ini, ternyata hujan mulai rintik dan lama kelamaan cukup deras. cukup membuat saya memutuskan untuk berhenti sejenak dan memakai jas hujan. setelah jas hujan terpakai dan melindungi tubuh kami (tasnya tetap basah), kami pun melanjutkan perjalanan berhujan-hujanan ria. sampai akhirnya kami menepi dan melepas jas hujan karena merasa sudah tidak hujan lagi. selanjutnya sepanjang jalan di Cianjur ini,saya tergoda memacu MX hingga kecepatan 100 km/jam. cuaca mulai agak cerah, jalanan lancar dan sepi, mulus tanpa lubang yg dapat membahayakan.

hingga sampailah kami di Padalarang. perjalanan mulai menanjak kembali. bekas hujan masih tampak dari jalan yang basah dan cukup licin. terlebih lagi banyak truk pengangkut batu dan bis yang lewat, memaksa saya menurunkan kecepatan dan berkonsentrasi di gigi 2. kelokan kembali kami jumpai. asap truk dan bus yang hitam pekat menyesakkan dada dan pandangan. untungnya MX saya mampu melewatinya.

tak lama suasana pegunungan kapur, berubah menjadi perkotaan kecil. ya, akhirnya kami memasuki Jatinangor, lalu Cimahi. suasana jalan mulai ramai oleh angkot dan motor yang lalu lalang. pegal mulai terasa menjulur di sekujur tubuh. bahu dan lengan yang sedari tadi menahan tangan mencengkeram setang. dingin dan kaku jari jemari kaki dan tangan yang masih menyisakan dingin diantara sepatu dan sarung tangan selepas hujan di cianjur tadi. kucingkecil pun mulai mengantuk. akhirnya mengikuti papan penunjuk jalan, dari Cimahi kami menuju ke arah Stasiun Hall. lalu menuju Dago, Dipati Ukur, dan Sekeloa. akhirnya kami sampai! Alhamdulillah....

jam menunjukkan pukul 14.00 WIB saat sampai di kosan. total jenderal kami menghabiskan waktu 5,5 jam perjalanan. waw, cukup lama dan lumayan hingga membuat pantat tepos. tapi seperti apa yang saya katakan di atas. It's worthless guys..!!

Resume Bintaro-Jakarta:

lama perjalanan: 5,5 jam (termasuk 30 menit di McD Yogya Bogor).

biaya: dari bintaro tangki full, pertamax 20ribu, ngisi lagi di daerah ciawi-puncak saat tangki tinggal setengah (lupa ngitung, yg pasti ngisinya full tank, mungkin sekitar 15ribu). makan di McD habis 53ribu (ini bisa ditekan kalo makan di luaran, tapi gak jamin kalo sakit perut)

persiapan: jas hujan, counterpain (buat dioles kalo udah mulai pegel), kratingdaeng (biar gak ngantuk), pocari sweat, sarung tangan, masker, sepatu, helm full atau half face, pelindung dada, jaket, sweater. (sebenarnya kalo mau afdol lagi bawa cadangan ban dalem, pompa angin kecil, sikring mini, dll.)

NB: oh iya selama di perjalanan sempet ketemu juga sama biker lain yang solo maupun group. jangan lupa klakson sebagai tanda hai... :)

8 comments:

akokow said...

Maksudnya priceless yah? kalau worthless tuh sama artinya dengan useless atau tidak ada gunanya...

Koko
lplpx.com

Andri said...

whooo Cianjur... I miss my City... dah berapa tahun ya ngga pulang sana..

rerere said...

iya, sampe bawah gw masih bingung. worthless apa priceless?

cipu said...

Wow someone is having a great tour, tapi begitu sampe jakarta jangan lupa kembali ke selera asal yah: es kpoi dan tipi hihiiihih

kacrut said...

waduh.. tadi udah koment panjang lebar.. ternyata gak masuk.. (lupa tadi koment apaan) hehehhehehe

yg jelas perjalanan yg panjang sepanjang ceritanya.. sampe pembaca merasa lelah *membaca* eh salah merasakan lelahnya penulis.. hehehhehehehhe

5,5 jam yah?? padahal naek trapel cuma 2 jam kan?? langsung ke cihampelas lagi turunnya.. hehehehhehhe

soeKenThieR said...

jatinangor ? hehehe padalarang kaleee. trek yang seru cuman di seputaran puncak n padalarang. laennya.... ndak menarik n bikin ngantuk. btw, di rajamandala (antara citatah - cianjur) coba lewat jalan lama, bukan lewat jembatan tol, pemandangannya lebih bagus

tedy said...

@soekenthier: iya mas , padalarang kayanya, abisnya saya liat ada plang tulisan jatinangor...heheheh


@akokow dan @rerere: hehehh, maklum kebawa emosi ngikut postingan orang laen tentang touring yang nulisnya worthless, bodohnya saya..tapi biarkan saja deh..tnx for the critics

tunjungs said...

Waaaaaaaaaa .. Ternyata kemarin itu motoran tho? Hohoho, asiknya, bareng bebek .. Sambil liat pemandangan .. Tunjuk ini itu .. *iklan motor mode* :D