Wednesday, December 17, 2008

Pajak dan Bulan Desember

Desember? masanya liburan panjang dan cuti. tapi itu semua gak terjadi di kantor saya. kemaren sore di portal kepegawaian kantor, muncul Surat Edaran yang meminta kepada setiap pegawai untuk tidak mengajukan cuti tahunan kecuali untuk alasan mendesak yang tidak bisa dihindari. semua ini berkaitan dengan pelayanan Sunset Policy agar tetap dapat melayani permintaan NPWP yang semakin membanjir belakangan ini.

memang beberapa minggu ini, mulai bulan Desember, kantor saya menjadi ramai oleh mas dan mbak2 kantoran yang mau mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP. sejauh pengamatan saya, biasanya mereka baru mulai meramaikan diri mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 sore. sisanya ada sebagian yang datang pagi-pagi demi cepat mendapatkan NPWP. biasanya mereka berkumpul di lobi depan lift, sebagian lainnya juga ada yang menunggu di dalam ruangan.


kadang saya merasa kasihan juga melihat mereka mengantri lama dan tidak kebagian tempat duduk. juga ada yang sudah bolak-balik datang ternyata NPWP-nya belum jadi. hal ini dikarenakan banyaknya permintaan NPWP setiap hari yang tidak diimbangi dengan petugas yang melayani. di sisi lain saya juga merasa heran dengan ramainya permintaan yang baru melonjak naik di akhir tahun ini. padahal kebijakan sunset policy itu kan sudah lama dijalankan, sejak 1 Januari 2008. mungkin memang tipikal kebanyakan orang Indonesia ya, sukanya yang mepet-mepet. kalo gak mepet masih kurang afdol. entahlah. yang pasti dengan lonjakan yang cukup tinggi ini, membuat proses pelayanan NPWP menjadi terhambat. yang tadinya paling tidak membutuhkan hitungan menit, sekarang bahkan bisa dalam hitungan hari.

tetapi paling tidak adanya lonjakan permintaan NPWP ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran warga negara untuk membayar pajak mulai meningkat. diharapkan nantinya pula DJP akan memiliki basis data yang akurat. tidak seperti selama ini, kesannya masih kurang teratur. seperti pernah diberitakan di berbagai media beberapa tahun belakangan, ada Wajib Pajak yang dikirimi NPWP hingga dua kali, kemudian untuk Wajib Pajak yang sudah meninggal masih dikirimi NPWP juga. belum lagi masalah alamat, baik korespondensi maupun alamat domisili, masih sering tidak valid. dan hal ini tentunya selain menimbulkan kesulitan dalam hal surat-menyurat dengan WP, juga menimbulkan citra kurang profesional dalam DJP itu sendiri. harapan saya semoga dengan adanya sunset policy, kesadaran perpajakan masyarakat meningkat. selain itu pula dengan semakin bertambahnya WP, pihak DJP sendiri lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi perpajakan. sebab, dari sebagian besar rakyat Indonesia, mereka yang melek pajak masih terhitung sedikit. bahkan banyak pemikiran di kalangan masyarakat, bayar pajak buat apa? mana timbal baliknya? pdahal dalam filosofi pajak itu sendiri, pajak merupakan iuran wajib yang dipungut oleh negara yang dapat dipaksakan menurut Undang-undang yang tujuannya adalah untuk membiayai pengeluaran negara dan kemakmuran rakyat. jadi jika membayar pajak, jangan mengharapkan balasan yang dapat dinikmati secara langsung. hasilnya dapat dinikmati secara bersama-sama. contoh penggunaan jalan raya dan fasilitas umum. iuran yang dapat dinikmati secara langsung itu disebut retribusi, contoh tarif tol, orang yang bayar dapat menggunakan jalan tol.

berkaitan dengan melonjaknya pendaftaran NPWP, paling tidak ada beberapa hal yang dapat saya soroti. dari segi WP, ada baiknya mendaftarkan NPWP jauh-jauh hari sebelumnya, bukan di akhir tahun seperti ini, kemudian persiapkan fotokopi KTP sebelum datang untuk mempersingkat waktu. kemudian dari pihak petugas pajaknya, paling tidak untuk mengantisipasi antrian dan lamanya menunggu, menyediakan ruangan tunggu dan menyediakan kursi untuk duduk, sehingga WP merasa nyaman dan terlayani dengan baik.

tentunya dengan pengertian diantara kedua belah pihak, semuanya akan berjalan lancar kan?

8 comments:

ipied said...

tetep lho biarpun ngeblog tapi promosi dengan NPWPnya....

wakakakakaka

saya punya NPWP baru aja bikin, dan itu kolektif dengan teman sekantor... tapi terus ternag saya masih bingung apa fungsinya kartu kuning itu??

kadang berasa buat apa ya melakukan sesuatu yang katanya kewajiban tapi kok aku sendiri kurang paham

bisa di jelaskan??

Retrira said...

Orang Bijak Bayar Pajak!

Gw berarti termasuk WP yang baik..
bikinnya jauh-jauh hari dan jadinya cuman 15 menit! Udah gitu dapet yang warnanya KONENG lagi! Keeuuyyeenn....

Alasan bikin NPWP sangat simpel sih sebenarnya.. karena kebetulan saya suka melanglang buana ke mancanegara..jadi biar ga kena bayar fiskal...saya bikin NPWP! hahhaa...dodol ga sihh???

akokow said...

Ayo sukseskan NPWP..apa coba...

gak kena fiskal lho..katanya...

Koko
lplpx.com

Felicity said...

Ealah, mas Teddy kerja di kantor pajak toh?... Asikk, bisa nanya2x kalo ada yang perlu ditanya. Buka jasa konsultan pajak aja, gimana?... :)

tedy said...

@felicity: selama jadi pegawai, ada kode etik gak boleh jadi konsultan pajak, kecuali keluar dulu... lagian masih banyak bange yg lebih pinter ketimbang saya,,:)

tedy said...

@ipied: NPWP itu sebagai tanda pengenal dalam hal berkaitan dengan administrasi hak dan kewajiban perpajakan....

jadi fungsinya hampir sama kaya KTP. kegunaan lainnya juga sebagai syarat administrasi buat pinjam ke Bank di atas 50 juta, juga sebagai tanda bebas fiskal ke luar negeri mulai tahun 2009

tedy said...

@akokow: ayo ayo...udah punya kan? bebas fiskal lho kalo mau ke luar negeri..

tedy said...

@retrira: mungkin itu juga ya alesan kenapa banyak orang sampe rela ngantri berjubel2 buat dapetin NPWP....