Wednesday, December 31, 2008

Tahun Baru: Sebuah Kilas Balik

wew, ternyata sekarang udah tanggal 31 desember! hari terakhir di tahun 2008. esok pagi sudah masuk tahun 2009. waktu memang berjalan cepat tanpa kita sadari. tak sedikit pula hal yang kita dapat di tahun 2008 ini. tapi tetep saja meski senang melihat riuh rendahnya perayaan tahun baru, kadang terbersit rasa sedih juga beranjak ke tahun yang baru. sedih, karena gak bisa membalikkan waktu. kadang ingin berbalik untuk memperbaiki semuanya. tapi sebagai manusia, saya hanya bisa maju dan berharap semuanya akan lebih baik.

sudah menjadi tradisi di setiap pergantian tahun, masyarakat merayakan dengan pesta dan tiup trompet. berbagai acara hiburan diselenggarakan. kamar-kamar hotel fully booked. pedagang trompet dengan setia menjajakan dagangannya di pinggir jalan. langit dipenuhi kilauan kembang api. jalan raya macet dengan pemakai kendaraan bermotor yang ingin merayakan tahun baru.semua meriah, semua berwarna-warni. semua penuh dengan semangat optimisme menyambut tahun yang baru. terlarut dalam euforia pesta. ah...

tahun baru buat saya...



saya kurang begitu ingat sejak kapan saya merayakan tahun baru. ingatan masa kecil saya terlalu sulit untuk diproyeksikan dalam benak. satu yang saya yakin, saya tidak pernah merayakan tahun baru dengan gegap gempita. saya tidak bermacet-macet ria di jalanan. saya tidak pergi ke pesta-pesta dengan teman. saya hanya meniup trompet yang di beli di pedagang keliling. seringkali saya malah tertidur sebelum pukul 12 malam. saat orang-orang ramai meniupkan trompet tepat saat pergantian tahun, saya malah terlelap. dan esoknya saya terbangun dengan perasaan yang campur aduk. bahagia juga heran, kenapa di tahun yang baru tidak terjadi apa-apa? semua terjadi seperti biasa. yang berbeda hanya di hari pertama di tahun yang baru, pagi menjadi sepi. semua orang masih terlelap kelelahan setelah merayakan tahun baru semalam.

hingga sekarang pun saya masih bingung jika ditanyakan, mau kemana tahun baru ini. sebab sampai sekarang setiap akhir tahun selalu saya rayakan dengan biasa saja. gak ada yang istimewa. waktu kecil dulu saya memang sering meniup trompet. tapi kebiasaan itu hilang sendirinya seiring bertambahnya usia. masih saya ingat jaman SMP saya dulu di Bogor. 3 tahun baru saya rayakan di rumah dengan nonton TV. yang istimewa paling biasanya kami sekeluarga membeli makanan kecil dan sebotol besar Coca-Cola, Fanta, ataupun Sprite. bagi saya saat itu perayaan tahun baru hanyalah sebagai tanda bahwa saya kuat begadang sampe pagi. ya sampe pagi, sampe jam 1 pagi...setelah itu ya tidur.

ketika beranjak SMA pun, saya masih tetap saja merayakan tahun baru di rumah. apalagi saya melanjutkan pendidikan SMA saya di kota kecil tempat kelahiran, Purworejo. tentu saja tidak seramai jika dibandingkan dengan Bogor. waktu itu perayaan tahun baru dari tahun 1999 ke 2000. millenium bug, Y2K... saya lewatkan dengan memandangi cerahnya langit yang bertaburan bintang di dekat rumah. indah sekali. saat itu yang muncul adalah perasaan bahwa ternyata kita hanya setitik kecil dari luasnya hamparan jagad raya. ada rasa lega dan damai saat itu. dalam diam saya hanya berharap, semoga esok lebih baik. sisa-sisa perayaan tahun baru di tahun-tahun selanjutnya saya lewatkan dengan biasa pula. hanya di tahun terakhir saya lewatkan dengan menginap di rumah teman yang berada di pusat kota. di tengah malam tepat pergantian tahun, petasan sebesar ember di nyalakan. suara berdebum besar tanda pergantian tahun. tak ada kemilau kembang api di langit, kecuali kembang api yang dipegang anak-anak yang ikut merayakan di atas boncengan motor kedua orangtuanya. saat itu saya baru pertama kalinya merayakan tahun baru dengan beramai-ramai.

saat kuliah pun tak jauh berbeda. meski di jakarta tetap saja saya tidak keluar ke monas. mau naik apa ke monas? motor? belum punya. mobil? gak ada yg punya. ngangkot? emang ada yang narik di malam tahun baru? akhirnya tahun baruan dirayakan di kos-kosan saja. ibu kos biasanya mengadakan acara bakar ayam. dan acara dilanjutkan dengan makan ayam bakar hasil masak bersama di depan TV. menonton ramainya perayaan tahun baru di berbagai tempat. hingga satu persatu kekenyangan dan beranjak ke kamar masing-masing. terlelap menanti pagi yang baru. harapan baru.

lulus kuliah dan masuk masa bekerja, tahun baru masih saya rayakan dengan sederhana. tahun baru 2006 saya rayakan di sebuah warung kopi langganan. dengan semangkuk mie goreng telur dan segelas milo hangat, bersama beberapa teman. tepat jam 12 malam kami keluar sebentar dan menengok langit bintaro. di beberapa sudut terlihat terangnya pendaran kembang api. langit begitu terang dan berwarna. puas memandang langit, kaki melangkah kembali ke kontrakan. suara petasan dan ramainya suasana tidak menghalangi saya menuntaskan kantuk yang tertahan. esok pagi yang cerah menanti.

tahun 2007 dan 2008 saya habiskan dengan kucingkecil hanya dengan menonton TV dan makan makanan kecil. bertempat di rumah kakak kucingkecil yang sudah menikah di pinggiran Bandung. menonton film yang ditayangkan di TV *seingat saya LOTR* atau menyetel DVD serial. sisanya tidur. esok paginya main keluar atau nonton bioskop.

terus, tahun baruan 2009 ini ngapain dong?

2 comments:

ipied said...

hehe gak terlalu meikirkan sih, gw malah seringnya tidur atau menonton tv di rumah, kalo pas kuliah baru bisa keluyuran bahkan sampe nonton konser ratu di surabaya waktu ratu masih ada hehehehe itu justru paling berkesan buat saya, lah habis itu kejebak macet di jalan hehehehehe

tedy said...

akhirnya malam tahun baru 2009 saya lewatkan dengan internetan dan nonton tipi berdua sama kucingkecil, meski ada 3 dvd yg belum
sempet ketonton....

happy new year all :)