Monday, December 22, 2008

Transporter 3 : Sebuah Anti Klimaks Quantum of Solace

setelah beberapa lama menanti waktu yang tepat untuk nonton film, akhirnya weekend kemarin saya meniatkan diri untuk melenggang ke Ciwalk XXI. bukan apa-apa, beberapa bulan ini napsu nonton film saya rada menurun karena akhir-akhir ini bioskop sedang ramai film komedi xxx Indonesia. mulai dari "mas suka masukin aja" (ya ampun judulnya, MUI?) , "kutunggu jandamu" (niat bener si..) , "suami-suami takut istri" (doh)sampe "kawin kontrak 2" (beuh). empat itu aja sudah cukup meniatkan saya untuk puasa ke bioskop. terakhir yang saya ingat, saya nonton Quantum of Solace.




tapi weekend kemarin puasa nonton saya batal. saya tergoda nonton Transporter 3. lama saya menanti film ini. menurut review di internet sekuel ketiga ini bagus. itu juga yang membuat saya gak sabar untuk segera lari ke Ciwalk XXI sore itu. itu pun setelah saya cek situs www.21cineplex.com dulu buat memastikan apakah diputer di Ciwalk XXI atau tidak. di Jakarta sih setiap sore saya noleh ngintip poster 21 Transporter 3 udah nongol. untungnya weekend kemaren Transporter 3 udah nongol di Ciwalk XXI. langsung deh saya meluncur ke Ciwalk. by angkot...


sampai di XXI, antrian sudah memanjang. segera aja saya ikutan. pas di giliran saya ternyata semua jadwal sudah hampir penuh. jadwal 17.20 tersisa 2 baris depan. nope. jadwal 19.20 gak jauh beda. bingung. akhirnya dipilihlah jadwal 17.20 tapi dengan konsekuensi duduk pisahan sama kucingkecil. jatah tiket untuk barisan atas cuma dapet b15-c15. yah daripada kemaleman dan sama aja. tanggung lagian kalo menunda nonton hingga besok. and the show begin...

seperti dua sekuel sebelumnya. Transporter 3 bercerita tentang Frank Martin (Jason Statham) yang berprofesi sebagai pengantar paket-paket rahasia dan beresiko tinggi. tapi kali ini paket yang diantarkan berbeda. paket yang diantarkan kali ini adalah seorang putri pejabat lingkungan di Ukraina, Valentina (Natalya Rudakova). Valentina merupakan sandera si penjahat sebagai jaminan penandatanganan agar ayah wanita tersebut, pejabat lingkungan, mau menandantangani perjanjian bongkar muat kapal tanker yang berisi limbah berbahaya. supaya misi pengantaran berhasil, Valentina dan Frank dipasangi gelang pemancar yang jika berada pada jarak lebih dari 100 kaki akan meledak.

selama film adegan kebut2an seperti biasa tetap ditampilkan. mulai dari nyelip di antara dua truk besar sampai adegan lompat ke kereta yang sedang berjalan. pun adegan perkelahian tetap ada. cukup indah disaksikan, apalagi bagi penonton wanita, dimana ada suatu adegan Frank membuka bajunya saat berkelahi. yang pasti meskipun cerita masih terkesan biasa dan tidak jauh berbeda dengan sekuel sebelumnya, tetap ada perbedaan dalam sekuel ketiga ini. di Transporter 3 ini Frank melanggar semua aturan-aturannya sendiri saat mengantarkan pesanan. kemudian di sekuel ini sisi romantis Frank pun diperlihatkan. tapi hati-hati jika anda membawa anak kecil saat nonton film ini. sebab ada adegan berciuman dan berpelukan yang cukup hot. FYI, fil ini berating D (dewasa). sisanya jika dilihat dari cerita, terkesan biasa saja. terlebih jika dibandingkan dengan film yang saya tonton sebelumnya, Quantum of Solace. jauh berbeda.

secara pribadi saya cukup kecewa melihat jalan ceritanya yang biasa saja. tapi saya juga cukup terhibur dengan aksi kebut-kebutannya dan aksi berantemnya. tapi jika dibandingkan dengan Quantum of Solace, saya rasa jauh berbeda. terutama dari segi adegan perkelahiannya. di Transporter 3 ini, hampir semua adegan perkelahian berlangsung dengan bersih, tanpa melukai maupun mencederai Frank. sedangkan di Quantum of Solace, adegan perkelahian terkesan lebih nyata, sebab baik Bond maupun musuhnya cedera dan berdarah-darah. kemudian ada hal lain yang cukup aneh saat Audi yang dikendarai Frank mendorong mobil Mercy musuh ke jurang. kenapa tetap mulus dan tidak ada goresan sedikitpun? coba bandingkan dengan aksi kejar-mengejar mobil di Quantum of Solace. kedua mobil, milik Bond dan musuh penuh dengan goresan dan penyok. Satu hal yang membuat saya berpikir. Bagaimana mobil yang baru saja tercebur ke dalam danau bisa langsung hidup kembali? mungkin Audi milik Frank memang anti air. mungkin saja...

secara keseluruhan film ini saya nilai cukup menghibur. meskipun terasa seperti anti-klimaks buat saya setelah menonton Quantum of Solace. itu buat saya loh, subjektip. menurut orang mungkin aja berbeda. pasti beda, wong judulnya aja beda. satu Tranporter 3 satunya lagi Quantum of Solace. satu James Bond, satunya Frank Martin. ya iyalah, saya aja yang rada maksa mbandingin dua film ini. tapi paling tidak Transporter 3 ini memuaskan rindu mereka yang suka dengan film kebut-kebutan, bukan yang menyukai adegan perkelahian nyata seperti di Quantum of Solace.

jadi, mau nonton atau tidak?

2 comments:

kacrut said...

Haiah..numpang k0meng ah..
Eh emg transp0rter keliatan kurang real seh..tp keliatan lbh seru transporter 3.. B0nd yg ni jg gk trlalu keren kalu dbandingin ma kasin0 r0yal..

kips said...

nontonnya kagak ngajak2 sih (berdua doang, akhir berjauhan jg duduknya) kekekek