Friday, January 23, 2009

Safety Riding dan Defensive Riding Yuk!

sudah gak terhitung lagi berapa kali saya melihat kecelakaan secara langsung tepat di depan mata saya. dari kecelakaan tunggal hingga yang melibatkan kendaraan lain. dari yang sekedar terpeleset di jalan hingga yang bertabrakan dengan mobil maupun motor. dari kebanyakan kejadian tersebut yang paling sering terjadi adalah kecelakaan yang dialami pengendara motor.

memang, pengendara motor memiliki resiko tertinggi dalam kecelakaan. sebab tidak ada perlindungan lain selain badan pengendara itu sendiri. beda dengan pengendara mobil, ketika terjadi kecelakaan mereka dilindungi oleh bodi mobil hingga kantung pengaman (air bags). parahnya lagi, sebagian besar hal penyebab kecelakaan tersebut adalah sikap mengendarai motor yang salah. cenderung ugal-ugalan dan saling balap. selap-selip kendaraan dengan napsu tanpa perhitungan. modifikasi motor berlebihan yang malah mengurangi aspek keamanan motor. belum lagi rendahnya tingkat kesadaran dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalan raya. menyerobot lampu merah adalah biasa, berjalan melawan arus juga biasa. tanpa disadari, dengan pola perilaku berkendara seperti ini, sebenarnya kita telah membuat kesempatan untuk mencelakakan diri kita sendiri.

lantas, bagaimana cara agar kita tetap aman dalam berkendara sekaligus tetap cepat sampai tujuan?



tentunya dengan safety riding dan defensive riding. dengan selalu mengutamakan safety riding yang dipadukan dengan defensive riding diharapkan pengendara motor maupun mobil dapat selamat di jalan raya.

safety riding menekankan pada kesiapan si pengendara maupun kendaraan itu sendiri dalam menghadapi berbagai keadaan di jalan. demi menjalankan safety riding ini saya biasanya memakai sarung tangan, penutup hidung, helm half face, jaket, dan sweater daleman. padahal standar dalam safety riding adalah sarung tangan full yang bisa melindungi tangan dari gesekan jika tiba-tiba jatuh, helm full face agar dapat melindungi dagu dan mulut, jaket tebal beserta pelindung dada, juga sepatu yang minimal menutup mata kaki. sedangkan saya hanya memakai sepatu kerja (doh). itupun jika cuaca tidak hujan. ketika hujan seringkali sepatu berganti dengan sendal jepit. padahal keselamatan kaki jauh lebih penting daripada sepatu kan? kaki menjadi bagian penting karena sebagai satu-satunya titik tumpu dalam berpijak. maka sudah seharusnya bagian ini mendapat perlindungan ekstra. untuk kendaraan, saya membiarkan semuanya standar, baik ban, velg, kenalpot, spion, lampu rem hingga sein meskipun ada keinginan untuk mengganti ban dengan ukuran yang lebih besar agar lebih mantap mencengkeram jalan.

sedangkan defensive riding lebih menekankan pada kondisi fisik dan kewaspadaan, serta kehati-hatian dalam menghadapi berbagai kondisi jalan yang berpotensi menimbulkan bahaya. termasuk dalam hal ini adalah kesehatan dan kebugaran fisik, kemampuan analisa di jalan, kecepatan reaksi dalam menghindari bahaya, termasuk didalamnya sadar dan mematuhi aturan lalu lintas.

di jakarta ini, seringkali saya bertemu dengan pengendara motor yang ugal-ugalan. menyalip tanpa memberi peringatan klakson maupun sein. begitulah jalan raya di jakarta, persis seperti rimba belantara. yang kuat dianggap selalu menang dan bisa menyalip duluan. padahal mau dikebut bagaimanapun juga, jalanan jakarta yang macet tetap saja akan memperlambat laju motor. oleh karena itu dalam berkendara, saya berusaha tetap waspada dan hati-hati. lirik spion kanan-kiri sebelum memutuskan untuk menyalip. jangan lupa juga dengan lampu sein. klakson pun kadang diperlukan jika kendaraan yang mau disalip tidak menyadari. yang pasti usahakan posisi tangan selalu waspada pada rem. dalam mengerem saya biasa menggunakan rem depan dan belakang dan tidak mendadak. pengereman yang mendadak bisa membuat pengendara di belakang kita menjadi kaget dan kehilangan keseimbangan. hal tersebut bisa fatal akibatnya.

seringkali, kemampuan analisa dan feeling dalam memprediksi pergerakan kendaraan di belakang dan di depan juga dipakai dalam berkendara. menganalisa dan memprediksi kemana mobil di depan bergerak, melihat dari spion kemana motor akan bergerak setelah menyalip, ataupun memperkirakan jarak yang cukup untuk menyalip kendaraan di depan. hal ini merupakan gabungan dari konsentrasi, kemampuan analisa, feeling, dan kewaspadaan di jalan. jangan memaksakan napsu ngebut di jalanan. ingat pepatah, biar lambat asal selamat.

tips berkendara di jakarta, khususnya motor:

1. selalu memasang spion standar agar dapat melihat dengan lebih jelas kendaraan di belakang kita, sehingga sewaktu2 kita dapat melihat pergerakannya dan dapat menghindari jika berpotensi bahaya.

2. pakailah sarung tangan yang berbahan agak kasar dan menutup seluruh jari tangan. hal ini berguna melindungi jari tangan dari gesekan dengan jalan jika terjadi kecelakaan. jangan gunakan sarung tangan dari wol.

3. mengerem dengan rem depan dan belakang sekaligus. hal ini untuk menghindari selip ban maupun kemungkinan terpelanting karena melakukan pengereman mendadak.

4. selalu waspada dengan pergerakan kendaraan di sekeliling, baik motor maupun mobil. sebab seringkali mobil maupun motor menyalip atau menyeberang jalan secara tiba-tiba.

5. fokus pada jalan. pandangan jangan tergoda untuk menengok kanan-kiri, meskipun ada mbak-mbak yang sedang menunggu angkot.

6. usahakan memakai pelindung dada. jika terpaksa, dan membawa tas yang tidak begitu berat, boleh ditaruh di depan dada sebagai pelindung dari terpaan angin.

7. jangan memakai sendal. lebih baik sepatu yang rusak daripada kaki anda yang rusak.

8. jangan mendengarkan MP3 saat berkendara. headset yang menutup kuping dapat mengurangi pendengaran kita dan mengurangi kewaspadaan terhadap kondisi jalan.

9. jangan terbawa emosi saat mengendarai motor. jika ada motor yang menyalip dengan tiba-tiba jangan dikejar. biarkan saja. juga kalo ada motor yang memepet di belakang jangan tergoda untuk ngebut, biarkan saja dia lewat. stay cool aja :)

10. jangan memaksakan untuk ngebut saat kondisi jalanan ramai. bisa saja tiba-tiba ada orang menyeberang maupun mobil yang berhenti tiba-tiba. ngebut boleh jika jalanan kosong dan situasi jalan sepi.

sebenarnya masih banyak tips lain. tips di atas hanyalah tips menurut saya dan cuma buat pengendara motor (mobil saya belum punya). boleh dipraktikkan boleh juga tidak. semoga bermanfaat :)

NB: saya pake MX standar CW AT 2007, helm half face Givi (udah rada baret), sarung tangan setengah kulit, jaketan, pake tas (yang isinya jas hujan) dan sepatu. kalo ketemu di jalan, klakson saya ya... :wave:


2 comments:

nengbiker said...

uhuiii... last postku juga gini. tapi keknya yg bener defensive ya?

wakakakakakak..


ntar update dah

buyinfo said...

Nice site you have here..
Thanks for the info..I'll use this a lot