Monday, February 23, 2009

Jamannya Tepu-Tepu [Lagi?]

TEPU-TEPU #2

menjelang tengah hari. suasana kantor mendadak sepi. kehendak perut telah memaksa mereka pergi. mencari makan siang untuk dinikmati...

*maaf, saya bukan mau berpuisi*

"KRIIING.....!!!!"
(untung telepon kantor gak bisa ganti ringtone, makanya saya masih bisa mengenali suaranya dibanding ringtone hape)

sontak saya pun mengangkat telepon.

"halo, selamat siang" (duh, sopannya saya)

"siang, maaf bisa berbicara dengan bapak Tedy Her*****?"

"iya, saya sendiri. ada apa ya?" (mencoba untuk kul)

"selamat pak Tedy, bapak direkomendasikan untuk mendapatkan voucher menginap di hotel Mambruk Anyer...."

(sempet terkejut dan berpikir)....


saya potong karena sudah mencium bau tepu-tepu:
"maaf bu, siapa yang merekomendasikan dan buat apa ya? saya sedang tidak merencanakan liburan?"

tetep pede ngejelasin tanpa menjawab pertanyaan saya, dan saya memilih diam, mendengarkan ocehannya yang sia-sia:
"iya bapak direkomendasikan mendapatkan voucher menginap di hotel Mambruk Anyer dengan diskon khusus. dengan voucher ini, bapak juga bisa menginap di semua hotel di kota-kota besar mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Lampung, Padang, dan hotel-hotel lain yang bekerjasama dengan kami. selain itu bapak juga akan mendapat free service charge selama menginap. dan ini berlaku selama setahun penuh..."

mulai gak sabar denger ocehannya karena sudah yakin kalo ini adalah modus penipuan seperti yang pernah dibaca di surat pembaca maupun di internet:
"maaf, bu saya sedang tidak ingin merencanakan liburan. lagipula ibu bilang tadi kalo saya direkomendasikan. lalu siapa yang merekomendasikan saya?"

"bapak direkomendasikan oleh kartu kredit Visa Mastercard bapak. sebab selama ini kami memang bekerjasama dengan mereka. rekomendasi ini adalah hasil acak pengundian oleh sistem kami. jadi bapak sedang beruntung sekarang"

tetep gak percaya:
"kalo boleh saya tahu penerbit kartu kredit mana yang merekomendasikan saya? kok bisa padahal saya tidak pernah ikut program seperti itu dan mereka pun tidak pernha menginformasikan kepada saya."

si penipu tetep ngemeng:
"lah, bapak pake kartu kredit visa atau mastercard dari bank mana?"

hahaahahah, masa dia tanyaa? jelas-jelas ini nipu:
"kok ibu malah nanya? saya pake kartu kredit di dua bank yang berbeda. tapi maaf banget saya tidak mau dan tidak merencanakan liburan saat ini, jadi maaf ya bu. nanti-nanti saja"

masih ngotot merayu:
"lho kan sayang banget pak, kapan lagi bapak bisa dapet voucher menginap di banyak hotel dengan harga miring? lagi pula ini bisa dicicil lewat kartu kredit bapak, terserah mau berapa kali cicilan"

cape ngomentarin:
"maaf banget bu, saya jarang nginep di hotel dan saya sedang tidak butuh penawaran semacam itu!"

"ok, bapak tedy, terima kasih.."

........tuuuuuuuuuuut...........

*memang begitulah tipe penipuan lewat telepon, awalnya berbicara banyak dan berbusa-busa, saat kita bilang tidak, tak ada basa-basi, mereka langsung memutus telepon*


dan saya pun lolos dari jebakan penipuan ini (dance).

sebelumnya saya memang pernag membaca kasus semacam ini di harian ibukota. dimana si korban ditelpon oleh agen travel yang menawarkan voucher hotel dengan diskon khusus dengan mensyaratkan pembayaran menggunakan kartu kredit. tapi ternyata tidak ada diskon khusus, dan pembayaran yang dilakukan oleh si korban ternyata merupakan pembayaran sebagian cicilan untuk paket berlibur yang nominalnya jauh lebih besar dari yang ditawarkan saat menelpon. kontan si korban kaget melihat tagihan kartu kreditnya bulan depan ternyata tak sesuai dengan perjanjian saat transaksi pembelian voucher menginap tersebut. saat itu, si korban tidak bisa berbuat apa-apa tagihan sudah tercetak. oleh karena itu dia mengadukan kasus penipuan yang menimpanya dalam surat pembaca agar masyarakat tahu dan selalu waspada.

sebenarnya jika mau berpikir lebih jernih lagi, sebenarnya ada beberapa tips jitu untuk menghindari modus penipuan semacam ini.

1. jangan langsung percaya apabila ada penawaran langsung yang menggiurkan, terlebih lagi jika penawaran tersebut dilakukan melalui telepon. sebab saat seperti itu kita tidak mempunyai pilihan yang rasional dan seringkali mudah terbujuk rayuan manis sehingga rasionalitas kita berkurang. lebih baik katakan tidak setiap ada penawaran melalui telepon.

2. ketahuilah, pihak pembuat kartu kredit maupun bank hanya mengadakan promo dan menginformasikannya kepada pelanggan mereka melalui brosur atau pamflet yang dikirimkan bersamaan dengan tagihan bulanan. jika ada penawaran melalui metode lain semacam telepon atau e-mail, yakinlah bahwa anda sedang akan ditipu.

3. sebaiknya jika ingin mengetahui info promo maupun penawaran menarik dari penerbit kartu kredit / bank anda, lebih baik menelpon langsung ke customer service. selain itu usahakan juga setiap melakukan komunikasi dengan customer service, tanyakan nama mereka agar dapat berguna jika suatu hari nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

4. selalu membuka wawasan dan mencari tahu berita-berita melalui koran maupun internet agar anda selangkah lebih tahu modus penipuan apa yang sedang marak belakangan ini.

5. cek selalu tagihan bulanan anda dan detail setiap transaksinya. bila perlu sebelum menerima tagihan bulanan, ada baiknya menelpon dulu customer service untuk menanyakan jumlah tagihan berjalan. lalu cocokkan dengan bukti struk pembelanjaan anda.

6. selalu bersikap waspada dan berhati-hati serta tidak gelap mata saat mendapat penawaran-penawaran yang menguntungkan.

7. for the most off all: ALWAYS SAY NO TO PHONE MARKETING!

semoga bermanfaat :)

Type rest of the post here

5 comments:

monyetgaul said...

hahahah
sering banget yak kayak gituu

kenapa ga milih cara tepu2 yg lebih keren lagi

Felicity said...

Makasih infonya ya... Sekarang tipu-menipu udah makin canggih. Spam emails yang biasanya pake bahasa Inggris (biasanya seh Nigerian spam ato alamat email yang buntutnya dari negara Eastern Europe, atau China n Hongkong. Tapi sekarang udah diterjemahain pake bahasa Indonesia pake Google translator, niat bangettt...

cahyo santoso said...

kalo yang ini gak nipu pak...bisnis DBS sangat menjanjikan..silahkan cek di link yang ada di bawah ini

Retrira said...

BERMANFAAT sekali Tedy!!
Thanks for sharing!

kacrut said...

pake CC 2.. memang org pajak jadi.. hehehhehehhehe