Monday, February 02, 2009

Lumpia Malioboro



sebelum saya berpanjang lebar nulis mengenai makanan yang ada di atas, saya ingin konferensi pers kalo postingan ini dibuat khusus buat temen saya yang respon di plurk berkaitan dengan postingan saya sebelumnya. dimana beliau bilang:

"oleh2nya cuman foto ama liputan aja? ga ada yg bisa dimakan?"


nah, inilah yang bisa dimakan itu! meski bukan oleh-oleh, bolehlah saya coba mereview makanan ini. tentunya hasilnya akan sangat subjektif, tergantung lidah dan kesehatan temen-temen.



sepintas orang tentu tahu itu lumpia. memang itu lumpia. lumpia yang aneh menurut teman saya. yep, kemarin sewaktu di Malioboro kami sempat mencicipinya. setelah bolak-balik berjalan kaki menyusuri Malioboro. tak terasa perut berteriak minta diisi. tak sengaja mata melihat sebuah gerobak biasa bertuliskan lumpia. letaknya di pinggiran jalan Malioboro, saya lupa tepatnya. yang jelas kita bisa langsung mengethaui harganya karena terpampang jelas di gerobaknya. Rp 1.000 untuk satu lumpia biasa dan Rp 2.000,- untuk yang berisi ayam. pertama saya pikir lumpia biasa disini adalah lumpia yang berisi rebung (bambu muda) sebagaimana kita kenal. tapi ternyata bukan. isinya adalah sayuran, dengan toge sebagai isi dominan. yang ayam pun sama, isinya sayuran dan daging ayam. hemm, membuat kami makin penasaran. kami pun memesan dua porsi lumpia biasa dan ayam.

menunggu pesanan disini memang harus sabar, karena banyak yang antri, dan penggorengannya hanya satu. tapi pengorbanan menunggu akhirnya selesai. pesanan kami pun datang. penyajiannya cukup sederhana. lumpia yang selesai digoreng lalu ditiriskan dulu dari minyak setelah matang. kemudian ditaruh dalam piring plastik kecil beralaskan kertas makanan. tak lupa dilengkapi dengan beberapa potong cabai rawit hijau dan acar mentimun. yang rada aneh adalah, kedua lumpia dilumuri dengan ulekan bawang putih. tapi itulah yang membuat rasa lumpia ini menjadi gurih dan harum baunya. menggoda lidah untuk segera mengecapnya.

tanpa ba bi bu saya langsung menggigitnya. meski masih terasa panas, tetap saya telan juga (laper si). panas lumpia fresh dari penggorengan berpadu dengan gurih dan lembutnya ulekan bumbu bawang putih. gigitan pertama terasa gurih dan agak manis. tak lupa saya ikut nglethus cabe rawit bersamaan dengan suapan kecil acar mentimun, biar rasanya semakin mantap. hasilnya tentu saja keringat bercucuran. lumpia yang agak panas berpadu dengan letupan cabe rawit di dalam mulut, lalu dinetralisir dengan dingin asem manis acar mentimun. tapi rasa inilah yang membuat saya ingin terus melahapnya. saya lihat teman saya pun begitu lahap dengan kedua lumpianya. hingga tak sadar (boong banget, makan kok gak sadar) yang tersisa di piring hanya beberapa potong cabe rawit dan sedikit acar mentimun. di sebelah saya tergeletak begitu saja dua botol Freshtea kosong. ternyata tanpa sadar (lagi?!) saya telah memesan dua botol minuman untuk melegakan sensasi lumpia ini.

ternyata cukup dengan dua potong saja, perut sudah terasa penuh. awalnya saya kira dua potong lumpia tersebut tidak cukup memenuhi teriakan naga-naga di perut. eh ternyata saya malah sukses kekenyangan. cukup dengan Rp 3.000,- kedua jenis lumpia tadi sudah berpindah ke perut. untuk minum, karena saya menghabiskan dua botol, saya harus membayar Rp 6.000,-. harga yang cukup murah kan? apalagi kalo minumnya hanya satu botol (jangan tiru saya).

jadi jika temen-temen berkesempatan datang ke jogja dan kebetulan mampir ke Malioboro dan kebetulan lagi kantong sudah tipis karena kebanyakan belanja sehingga bingung mencari cara memenuhi panggilan perut, silahkan mampir ke gerobak lumpia ini. cukup siapkan Rp 6.000,- saja, dijamin kenyang.

sekian reviewnya, semoga bermanfaat... :)


5 comments:

nengbiker said...

..cleguk..

mendadak laper :(

ipied said...

bedanya sama lumpia semarang cuma di ul3ekan bawang putihnya aja ya?? gedenya kalo di bandingkan tangan seberapa tuh??

Retrira said...

SETUJU!!!
Udah pernah nyicip juga dan uenakkkk!!!

theindira said...

wah,,,saya jadi kangen dengan LUMPIA yang satu ini, dulu waktu masih tinggal di Jogja, seriiiing banget mampir di lumpia yang persis ada di depan LIMAN dan disebelah hotel *lupa namanya* ini. Emang yang ngantri banyak banget, tapi terbayar dengan rasanya yang emang maknyus, :D
duh,,,jadi pengen nie:)

Jiewa said...

Wuik.. spesial ya pake ulekan bawang putih, ga mahal lagi..
Oya, Ixus 80 juga bagus, aku pernah cb jg. Canon is the best deh..

lam lenal.. :)