Wednesday, February 18, 2009

The Sarm 61

"eh, add gua dong yaa..."

"gile bo, semalem bini gua bukannya tidur, malah chatting sama temen SD-nya..."

"ya ampun, masa foto yang itu lo tag juga sih?"

"eh, kok foto gua nambah ya? padahal gua kan gak pernah upload foto..."

"bla...bla...blaaah!"

.............

hampir setiap hari obrolan seperti itu saya dengar di kantor. tiap pagi. selalu mengundang senyum, bagaimana seorang yang dewasa secara umur seakan tertarik kembali untuk bermain-main. dan tak jarang pula membuat lupa akan kewajibannya. terlalu asyik memandang komputer, add sana add sini. tag dia, tag mereka. dan lucunya kemarin ada seorang rekan yang tak sengaja kepergok atasan ketika sedang memainkannya.

Facebook.

mainan baru sejuta umat di dunia maya. kemunculannya menjadi fenomena. siapa sangka dengan meledaknya Facebook, Blackberry menjadi booming, Friendster mulai muncul tenggelam.

Friendster?


rasanya saya sudah lama tak membuka situs sosial yang booming beberapa tahun yang lalu, sebelum kemunculan Facebook. masih saya ingat betapa boomingnya friendster saat itu, hingga membuat saya cukup betah berlama-lama nongkrong di warnet hanya untuk membuka message maupun testimonial dari teman. belum lagi ajang narsis dengan mengupload foto diri, meski kadang harus memanfaatkan jasa scanner di warnet. sungguh momen yang bisa membuat saya tersenyum membayangkannya. friendster merupakan sarana berkomunikasi dengan teman lama semasa SMA, bahkan hingga SD dulu.

tak hanya itu, saking boomingnya friendster saat itu, dengan musyawarah kos, akhirnya teman satu kos mengusulkan untuk membuat friendster dengan account nama kosan. satu account, satu password, satu e-mail. tapi setiap anak kosan mempunyai akses untuk membukanya, sebab account friendster itu adalah milik bersama. setiap anak kosan bisa membukanya. setiap anak kosan bisa bebas menggunakan account friendster tersebut. mau komenkah, mau testimonial kah, atau mau upload foto pun sah-sah saja. bebas.

atas nama kenarsisan berbalut keinginan untuk menjadikan account friendster tersebut sebagai kenangan, kami pun mulai menarsiskan diri. bermodalkan kamera digital yang sudah cukup bagus saat itu, terciptalah satu album di account friendster kosan. diupload tentunya. maksudnya tak lain adalah agar account friendster bersama ini nantinya bisa menjadi media komunikasi, bertukar pengalaman, bertukar cerita, bertukar berita bahagia maupun berbagi momen istimewa. sebab saya pun menyadari, sebagai anak kuliahan yang ngekos, suatu saat nanti kami semua akan lulus, bekerja, menikah. dan tentunya akan ada perpisahan. satu-persatu pindah kost. ada yang dekat dengan tempat kerjanya hingga ada yang di luar jawa. itu semua karena tuntutan pekerjaan. jadi kami berpikir semua harus siap dan semoga tali silaturrahmi selama masa ngekos tidak terlupakan begitu saja, namun tetap tersambung. dan melalui account friendster kosan tersebut itulah kami ingin mewujudkannya.

sekarang sudah sekitar 3 tahun lebih kami berpisah. semua sudah bekerja. ada yang di jakarta, ada yang di sumatera, bahkan hingga kalimantan. ada yang sudah menikah, ada yang sudah punya anak, tapi ada juga yang masih tahan menjomblo. semua sudah berubah menurut jalan hidupnya sendiri-sendiri.

namun, account friendster itu tetap ada. belum terhapus. saya pun masih sempat log in ke dalamnya, sekedar mengecek adakah perkembangan terbaru. ternyata tidak ada. saya mengerti betul jika kesibukan dan pekerjaan telah membuat mereka lupa dan tidak sempat mengaksesnya. toh saya pun begitu. tapi entah kenapa hari ini saya tiba-tiba ingin melihat kembali kesana. log in, melihat album foto yang pernah diupload dulu.

ternyata disana masih terpampang jelas kebersamaan yang tercipta dulu...

masih ada foto rebutan agar-agar...

masih ada foto jemuran di depan kamar...

masih ada foto kemping nekat di Sukabumi dulu...

semua masih ada...

meski hanya berupa foto, namun semua itu bisa bercerita. tidak hanya untuk saya, tapi juga untuk mereka yang masih sempat membukanya.

....................................................................

dan itu tidak mampu saya temukan di Facebook. jikapun saya dipertemukan kembali dengan mereka melalui Facebook, yang ada hanyalah diri mereka saat ini. mereka yang sudah bekerja, sudah ganteng-ganteng, sudah menenteng HP keren dan Laptop, hingga yang sudah menggendong anak.

meskipun saya pengguna Facebook, tapi saya yakin jika semua yang ada dalam album kenangan Friendster tersebut tentu tidak tergantikan. setiap klik di fotonya mengingatkan saya masa-masa perjuangan dulu.

kita memang tidak bisa kembali ke masa lalu. satu yang dapat kita lakukan adalah mengenangnya.


Facebook is now, Friendster was yesterday :)




4 comments:

kacrut said...

wekz.. Iya.. Jaman fs dulu jg ad p0t0h wktu sma..
Waktu d b0rg0l sma tmen kampus d tiang telp0n perempatan jalan dg c0stum awut2an belep0tan tepung,k0pi,sampah,telur,dan blum lgkp tanpa tlisan awas gilaa..kejadiany pas ultah ke 19..
Jadi kangeeeeen anak2 lagi neh..

Retrira said...

Facebook emang fenomenal banget ampe menenggelamkan pamor Friendster sama MySpace!

Ngomong2 soal foto jadul di friendster! Hahaha..bener banget! aku juga ngalamin seperti kamuuuu!!!

tedy said...

jaman jadul, tapi kalo liat bisa bikin ketawa sendiri yaaa (lol)

Anonymous said...

Belajar Internet Marketing

Internet Marketing

Bisnis Internet

Bisnis Online

Belajar Forex

Forex

Rahasia Forex

Rahasia Trading Forex

Sarang Walet

Walet

Sarang Burung Walet

Cd Walet

Best Forex Robots

Best Forex Robot

Forex Signal

Forex Signals

Forex Robot

Forex Robots