Thursday, March 26, 2009

Indonesia Itu Kaya

seringkali saya berpikir dan memastikan dalam bingung mengenai negeri ini. banyak orang bilang Indonesia itu negara miskin, dimana pendapatan perkapitanya aja masih kalah sama negara tetangga Malaysia. tapi di sisi lain, banyak fakta yang menunjukkan Indonesia itu negara yang gak miskin-miskin amat. apapun yang sedang menjadi trend dunia, di Indonesia sudah ada. bahkan ada yang sudah menjadi keseharian. jadi menurut saya, Indonesia itu negara yang cukup makmur, sekaligus juga cukup miskin.

dan saya pastikan Indonesia adalah negara konsumer yang sudah pasti menjadi incaran negara produsen dalam memasarkan produknya. mulai dari produk teknologi, fashion, makanan dan minuman, hingga produk yang berkaitan dengan kesehatan. herannya, meski semua produk itu dibandrol dengan harga yang lumayan dibanding produk sejenis, tetap saja laris, tak perduli krisis atau tidak.

setidaknya menurut saya, ada beberapa produk luar yang sedang in dan sudah menjadi gaya keseharian. apa sajakah itu?


1. iPhone & Blackberry

percayakah anda ada ribuan orang Indonesia rela mengeluarkan kocek kisaran 8-11 jutaan hanya untuk sebuah benda berlabelkan 'Blackberry' atau logo buah apel?

baiknya kita percaya saja, toh fakta sudah berbicara. selama tahun 2008 lalu, Blackberry mulai menyusup masuk di Indonesia dan mencatat sukses besar. dengan mengkhususkan layanan push e-mail hingga chatting di Yahoo Messenger dan update status di Facebook, perangkat ini sukses memikat kaum urban yang haus akan teknologi, juga gaya. mulai dari kalangan atas perusahaan hingga pelajar. terlebih lagi di era 3G menuju 3,5G, membuat orang selalu ingin terkoneksi dimanapun, kapanpun. dan Blackberry ini datang untuk memenuhi hal itu. persoalan harga itu belakangan. yang penting ekslusif dan gaya, itu nomor satu. terbukti dengan bandrol harga di kisaran 5 hingga 7 jutaan, Blackberry masih laris manis.

Maret 2009 ini, kembali Indonesia dikejutkan dengan peluncuran iPhone 3G. Blackberry pun mendapat saingan. bentuk iPhone yang stylih dan modern dengan dukungan teknologi layar sentuh serta seabrek dukungan lainnya, mampu membuat ribuan orang rela antri membelinya. dengan imej modern, ekslusif, dan berbeda, Apple kembali menuai sukses melalui iPhone setelah sebelumnya sukses pula memasarkan iPod (MP3 Player) di Indonesia. padahal harga yang ditawarkan di atas Blackberry, yaitu di kisaran 9 juta dan 11 juta. tapi hal itu bukanlah halangan untuk ukuran orang Indonesia yang mengedepankan gaya dan penampilan. wong Blackberry yang notabene produk baru saja laku keras, apalagi iPhone.

2. Starbucks Coffee

hari gini, siapa sih yang gak kenal Starbucks?

sebuah kedai kopi berlabelkan merk luar pun bisa menjadi primadona di negeri ini. terbukti pada Starbucks. secangkir kopi bisa dinikmati seharga 25ribu. itupun yang paling murah dan berupa kopi hangat, belum yang dingin dan dicampur dengan susu ataupun bahan lain. padahal rasa yang ditawarkan pun biasa saja, rasa kopi campur susu, rasa kopi susu dan vanilla, ataupun campuran dengan rasa lain.

saking boomingnya, banyak produk lokal mencoba bisnis kedai kopi ini. sebut saja Ngopi Doeloe, Mister Kopi, J.co, maupun kopi-kopi yang lainnya. tentunya mereka menawarkan harga yang lebih rasional untuk secangkirnya, kecuali J.co yang berada di kisaran tengah. juga dengan fasilitas Wifi ataupun hotspot gratis sebagaimana tersedia di Starbucks. bedanya hanya kalau di Starbucks, minimal kita harus mengeluarkan uang Rp 25ribuan, di Ngopi Doeloe ini kita cukup bayar setengahnya, di kisaran 12ribuan. selain itu suasana pun berbeda, jika Starbucks dan J.Co kerap kita jumpai di mall, Ngopi doeloe dan Mister Kopi cenderung memilih lokasi sendiri, tidak di dalam mall.

*)FYI, sejauh pengamatan saya, Ngopi Doeloe dan Mister Kopi baru bisa dijumpai di Bandung.

well, menurut saya ketiga produk tersebut lah yang sekarang ini sedang trend. sebenarnya jika kita amati, masih banyak produk luar yang menjadi trend meskipun harganya lumayan. tapi saya rasa kurang begitu berpengaruh dan kurang booming. Booming disini berarti kedatangan produk tersebut mampu membuat semua orang, dari pelajar hingga bos-bos berduit tergoda untuk mencobanya.

Jadi, apakah anda termasuk salah seorang yang pernah ikut antri (meski tidak membeli) iPhone? atau anda tidak tertarik sama sekali karena di tangan anda sudah ada Blackberry yang senantiasa menghubungkan anda? ataukah saat ini anda sedang menikmati secangkir Vanilla Latte dan bersiap menambah dengan Caramel Macchiato?


9 comments:

abi said...

yah.. karena masy Indonesia masih bermental terjajah.. mengedepankan gaya daripada kebutuhan.. dari pada ngopi di starbucks kan mending minum STMJ 5 gelas.. efek nya kan lebih maknyoosss.. wakakkakak666.. betul gak komandan??

rerere said...

manurut gw karena dari jaman SD kita diajarinnya indonesia negara kaya dengan alamnya dst dst

makanya pola pikirnya ya seolah2 orang kaya...
males2an tapi gaya hidup harus oke.

beda ama jepang yang sadar bahwa negaranya miskin shg mereka kerja keras "supaya jadi kaya"

sibaho said...

mercy dan bmw banyak berseliweran. padahal harganya sudah berlipat2 harga di luar sana karena pajak dan bea impor tinggi. masih kebeli aja :D

jUnE0u said...

prestige gt loh, gengsi bin latah, itulah 'hebatnya' Indonesia bro..

septian niko said...

iya nih.. orang indonesia kan seneng klo dianggap eksis.. alphard aja berseliweran di bintaro sana..

kopisusu said...

Kayaknya gaya hidup itu adalah tuntutan status om Ted, selain memuaskan kebutuhan berdasarkan kemampuan.. Baik Indon atau Londo, modelnya ya begini ini. Yang mampu ya beli, yang tidak mampu ya gigit jari.

Huah, ngomong apa dakuw barusan *tepok jidad*

heri said...

negara kita itu kaya, rokok adalah salah satu indikator kekayaan negeri ini, selama harga rokok naik tak ada yang komplain, dan tetap terbeli, brarti negara kita masih kaya

samudji said...

kekayaan yang berkisar dalam teori. kaya yang semu

ipied said...

hehehehe pastinya indonesia itu miskin suer deh tpi masayarakatnya yang kaya..... gak saya gak tertarik BB ataupin iphone tapi kalo kopi duh.. sudah addict... emang bener starbucks itu mehel bener... pas dirasain juga masih kalah jauh rasa dengan bakoel koffie.. tetep saya suka bakoel koffie dan bengawan solo. wekekekeke....