Sunday, March 22, 2009

Marley and Me


setiap kehidupan pasti ada pasang surutnya, tapi percayalah bahwa semua itu akan membawa hikmah dan menjadi sesuatu yang istimewa untuk dikenang


Begitu pula yang dialami oleh pasangan muda John dan Jenny. Pada masa awal pernikahan, kehidupan mereka seakan belum terarah dengan benar. Kesibukan mereka berdua yang bekerja di dunia jurnalisme membuat kehidupan perkawinan mereka terasa hambar pada awalnya. Terlebih lagi tanpa kehadiran anak. Meskipun muncul keinginan untuk memiliki anak, namun mereka masih merasa khawatir akan konsekuensi dan tanggung jawab jika segera memiliki anak. Atas anjuran seorang teman, John memutuskan membelikan Jenny seekor anak anjing untuk Jenny sebagai hadiah ulang tahun sekaligus agar mereka bisa belajar menjadi orang tua yang baik.

Dan kisah lucu, haru, dan bahagia pun dimulai di dalam keluarga kecil tersebut.


Marley, seekor anjing labrador kecil, mulai tumbuh di keluarga tersebut. Tapi ternyata Marley bukanlah seekor anjing biasa pada umumnya yang selalu patuh pada pemiliknya. Marley lebih cenderung bertindak hiperaktif dimanapun dan kepada siapapun. Mulai dari kebiasaannya untuk selalu mengunyah apapun di hadapannya mulai dari sofa hingga karpet, mengacak-acak seluruh isi rumah, hingga mengejar petugas pengirim paket. Bahkan seorang pelatih anjing di sekolah hewan menyerah untuk melatih Marley karena kelakuannya yang luar biasa. Hingga John kerap menyebutnya dengan The World’s Worst Dog. Meskipun kelakuan dan ulah Marley kerap mengganggu dan membuat jengkel orang lain, John dan Jenny tetap menyayangi Marley dengan tulus.

Hari demi hari, momen demi momen dalam keluarga John dan Jenny senantiasa diramaikan oleh Marley. Dari momen menyedihkan, keguguran Jenny, hingga kelahiran anak ketiga mereka, Marley selalu ada menemani, tetap dengan tingkah polahnya yang hiperaktif. Hingga keluarga kecil itu mulai beranjak besar. Kepindahan dari satu kota ke kota lain, Marley tetap setia menemani mereka.

Hingga akhirnya, John dan Jenny beserta anak-anaknya harus menghadapi perpisahan dengan Marley. Marley semakin tua. Gerakannya sudah tak selincah dulu. Tak ada lagi kejar-kejaran mengejar Marley yang menggondol celana dalam, tak ada lagi keriuhan dalam rumah saat Marley menjatuhkan perabot. Marley kini hanya bisa bersandar lemas di lantai. Hingga John membawanya ke dokter hewan. Akan tetapi, dokter hewan pun tidak sanggup membuat Marley kembali seperti sedia kala. Akhirnya Marley pun meninggalkan mereka, seiring dengan matanya yang menutup pelan untuk selamanya.

Namun, kepergian Marley tidak akan pernah menghapus apa yang pernah mereka alami bersama selama ini. Meskipun Marley sudah tidak ada, kenangan itu akan tetap ada dalam kehidupan keluarga John dan Jenny.

-------------------------------------------------------------------------------

Film ini diadaptasi dari kisah nyata yang diabadikan dalam sebuah novel dengan judul Marley and Me: Life and Love with The Wolrd’s Worst Dog karangan John Grogan (pemilik Marley itu sendiri). Sebenarnya, sebelum film ini booming, kucingkecil sudah membaca novelnya. Pada awalnya saya sempat tidak setuju saat dia ingin membeli novel ini. Sebab saya pikir, novel terjemahan adaptasi kisah nyata pada saat itu sudah cukup banyak, dan pasti isinya pun begitu-begitu saja. Tapi ternyata saya salah, ternyata keputusan membeli novel tersebut cukup tepat. Memang banyak novel yang bercerita atas dasar kisah nyata, tapi tak banyak yang mampu bercerita sebaik dan sebagus novel ini. Mampu menghantarkan kita untuk kembali merenung akan arti kesetiaan, menemani dalam kondisi terbaik dan terburuk, tanpa pamrih.

Dan satu kata dari saya, film ini bagus. Bagi teman-teman yang bingung ingin nonton apa weekend ini, saya rasa film ini akan menarik. Dan tentunya jauh lebih menarik ketimbang menonton film horor maupun komedi slap stick buatan Indonesia. Siapkan saja pop corn dan soft drink, dijamin acara menonton akan lebih asyik.

Well, enjoy...


2 comments:

kacrut said...

aku blom nonton.. masih tunggu di XXI neh.. surabaya gak gauwL.. masa gak ada pilem baru sama sekali.. hufh..

dony said...

film ini yang menarik buat saya sih Anniston itu tuh :D