Monday, March 02, 2009

Mega Bazzar Computer Kemarin

Sabtu kemarin saya datang ke Mega Bazzar Computer di JCC. bukan untuk membeli, tetapi lebih karena ingin lihat-lihat saja. pengaruh dollar yang semakin mengangkangi rupiah membuat saya tak berdaya. hingga memaksa saya pulang ke rumah dengan hanya membawa brosur belaka.

sebenarnya tidak ada rencana datang, tetapi lebih karena alasan lain. kebetulan si kucingkecil tercintah sedang datang ke jakarta. juga kebetulan beberapa teman di plurk ada yang datang kesana. jadi klop deh, persis seperti tag line mega bazzar computer tersebut, "sekali hap rasanya lengkap". tapi minus kata beli ya :). maksudnya lengkap tak lain adalah karena sekalian jalan-jalan sekalian liat-liat pameran, juga sekalian ketemu plurkers yang kebetulan juga mampir kesana.

tapi meskipun sekali hap dan lengkap, tetep aja ada kekurangan yang cukup mencolok dalam event besar ini. dan setahu saya, hal ini memang sudah menjadi kebiasaan dari tahun ke tahun, event ke event. temen-temen semua pasti juga sudah tau dan merasakan hal yang sama.


1. lahan parkir

entah kenapa dalam setiap pameran di JCC, lahan parkir selalu menjadi masalah. tidak hanya tempat dan lokasi tetapi juga praktik parkir liar yang memungut tarif seenaknya tanpa jaminan keamanan. kemarin kebetulan saya memilih parkir motor di belakang warung makan dengan alasan agar motor tetap bersih, gak becek, dan gak licin. sebab pengalaman tahun2 sebelumnya saya biasa parkir agak jauh di tanah berumput dekat dengan istora. dan hasilnya sepulang pameran, motor akan kotor karena tanah dan licin karena melintasi rumput. juga resiko nyerempet motor orang lain. pun begitu masih tetep kudu bayar. tanpa tiket pula. jadi jika kehilangan, resiko ada di tangan anda sendiri. beuh...

(entahlah apakah saat pameran kemarin, lokasi tersebut masih dipakai atau tidak...)

2. calo tiket

hahahaha... ternyata calo gak hanya di terminal dan di stasiun aja, tetapi sudah meluas hingga ke pameran. persis seperti kemarin. saat baru sampai lokasi, para calo sudah mengerumuni. harga tiket masuk yang resminya seharga Rp 5.000,- dijual seharga Rp 6.000,-. heran saya, kok bisa-bisanya ya ada calo. dan parahnya, praktek ini seolah berjalan biasa saja karena tidak ada pengawasan baik dari pihak penyelenggara maupun keamanan. saya bersikukuh tetap memilih membeli di loket meski harus antri sebentar. bukan karena nominalnya, tetapi karena enggan dan kurang suka praktek percaloan seperti itu. kalo membeli di calo, berarti sama artinya kita secara tidak langsung mendukung praktek tersebut bukan?

yah mungkin segitu saja yang saya rasakan agak kurang nyaman dalam perhelatan pameran kemarin. selanjutnya saya berharap semoga ada perbaikan dan koreksi agar dalam pelaksanaan pameran kedepan dapat berjalan lebih baik, aman, dan lancar. dan tentu saja murah dan terjangkau masyarakat :)

2 comments:

kacrut said...

yep.. disini (baca: surabaya) juga ada mega bazaarrrrr.. kira2 sama juga lah dimana-mana.. huehuehue..

luvlyurika said...

saya juga dateng di hari sabtu. niat hati ingin santai lihat2, apa daya badut-badut sponsor/peserta *segede gaban* bertebaran dimana-mana.

stand toko-toko-nya kurang banyak! kurang asik, harganya jg sami mawon, payah!