Monday, May 11, 2009

Terbang Perdana

Terbang.

terbang adalah hal yang mustahil bagi manusia sebelum ditemukannya pesawat terbang. dan terbang juga menjadi hal yang mustahil bagi saya sebelum munculnya Air Asia. ya, akhirnya menginjak usia seperempat abad, saya baru bisa merasakan terbang. naik pesawat. duduk manis (kesempitan). pramugari yang ehem. juga memandang langit dan awan dari dekat.


Semua bermula dari undangan pernikahan seorang teman kucingkecil yang akan diadakan di Balikpapan. demi mendapatkan harga tiket yang murah, kami pun memesan tiket jauh waktu sebelumnya. kami memesan tiket pesawat Air Asia pulang-pergi. dijadwalkan keberangkatan tanggal 1 Mei 2009, dan kepulangan 4 Mei 2009. dan untuk itu saya mesti ijin dari kantor untuk tidak masuk kerja. yah, anggap-anggap liburan, menghilang dari rutinitas kerja sekaligus terbang perdana.

jadwal keberangkatan pagi (06.00 WIB), membuat kami harus bangun lebih pagi. kami pun berangkat pukul 04.00 WIB dari Bintaro dengan menggunakan travel bandara. tepat pukul 05.00 WIB kami pun sampai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. setelah check in kami pun langsung menuju Zona 2 keberangkatan khusus Air Asia. setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya kami pun dipanggil menuju pintu keberangkatan.

di bawah telah menunggu bis bandara untuk mengangkut penumpang menuju pesawat. kami pun masuk, dan bis pun berjalan perlahan. tak sampai 10 menit berputar melintasi bandara, kami pun diturunkan dekat pesawat dan dipersilahkan naik. begitu masuk kami langsung mencari tempat duduk masing-masing sesuai nomer kursi yang tertera pada tiket. tak lama kemudian, pramugari memeragakan prosedur standar keselamatan yang terdiri dari memakai sabuk pengaman, memakai tabung masker, dan pelampung. tepat pukul 07.00 WIB pesawat mulai bersiap untuk lepas landas.

perlahan pesawat bergerak menuju landasan pacu. deru mesin pesawat semakin kencang menandakan pesawat akan bersiap lepas landas. kami diperintahkan mengencangkan sabuk pengaman. dan tak lama kemudian, deru mesin makin kencang, dan pesawat bergerak maju. cepat dan semakin cepat. hingga tak terasa sudah lepas landas.

ketika mencapai ketinggian 10.000 m dapl, pesawat mulai stabil dan tidak miring lagi. suasana kabin terasa begitu tenang, dengan iringan deru mesin yang tidak terlalu berisik. awalnya saya cukup nyaman, tapi lama kelamaan agak terasa sempit. maklum dengan penerbangan yang cukup terjangkau jangan harap mendapat kenyamanan ekstra. bahkan jarak kaki ke bangku di depan saya masih kalah lebar dengan jarak antar kursi di travel yang biasa saya naiki ke Bandung. di kanan saya seorang wanita bule terlihat begitu kurang nyaman dengan postur tubuhnya yang menekuk, menyesuaikan diri dengan posisi duduk. di kiri saya, kucingkecil memandang awan dari balik jendela.

tak lama, pramugari menjajakan makanan dan minuman dengan kereta dorong. tetapi ini tidak gratis, kita harus membelinya dulu. yah ini memang trik maskapai penerbangan terjangkau (murah) untuk mendapatkan pemasukan lebih. dengan menjual makanan dan minuman serta souvenir maupun pernak-pernik lainnya. maklum, sekarang ini hanya maskapai yang saya naiki inilah yang paling terjangkau,karena tidak membebankan fuel charge kepada penumpangnya. jadi bisa dipastikan ada selisih harga yang cukup material dengan maskapai penerbangan lainnya.

selama hampir dua jam lebih saya melayang di udara. awalnya masih terasa biasa, lama kelamaan bosan juga. penumpang lain memilih untuk tidur atau pun membaca. kucingkecil tertidur. menyesal saya tidak membawa bahan bacaan untuk dibaca di pesawat. akhirnya saking bosannya saya pun ikut tertidur.

tak lama saya terbangun, pramugari menginformasikan bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di tujuan. masih melintasi udara, di bawah terlihat pulau Kalimantan dengan hutan yang hijau dan laut yang biru. perlahan pesawat memutar arah dan miring sejenak. lambat laun ketinggian berkurang dan pesawat pun mulai melakukan pendaratan. dengan hati-hati, pendaratan dilakukan dengan mulus. dan kami pun mendarat di Bandara Sepinggan, Balikpapan tepat pukul 11.00 WITA.

aroma Kalimantan mulai terasa di hidung. segar udara masih terasa, meski udara terasa panas. beda dengan jakarta yang juga panas, tapi udara tidak segar. FYI, Balikpapan merupakan kota dekat dengan laut, jadi wajar saja jika udaranya terasa cukup panas. di luar bandara, ternyata calon mempelai sudah siap menjemput kami.

Welcome to Balikpapan!

...to be continued....

*foto diambil dari http://kristupa.kompasiana.com/2009/04/27/

8 comments:

Rusa Bawean™ said...

wew...
senengnya yaaa bisa naek pesawat
:)

septian niko said...

pengalaman pertamaku ke padang mas.. jadi sedih, abis ditengok, kakek malah meninggal.. *loh, jadi curhat*

pulang kampung, setelah tiga belas tahun lantang lantung di pulau jawa.. berangkat naik batavia, pulangnya dapet garuda.. nyaman banget.. dapet makanan gratis juga selama satu jam perlanan..

katanya temenku air asia rebutan kursi mas.. kok dirimu nggak??

tedy said...

@rusaa : hehee

@septian: air asia gak rebutan, kayanya si nomer diatur sama air asianya kecuali pesen kursi, nambah 15 ribu :)

kopisusu said...

Senangnyaaaah, sekarang jadi punya cita-cita terbang ke Banjarmasin, mengunjungi seorang sahabat. Huhu.. Btw, berapa harga tiket ke Balikpapan?

tedy said...

@kopsus: cek www.airasia.com.... harga dapat berubah sewaktu-waktu. kemaren dapet PP 900

zam.web.id said...

aroma kalimantan = aroma asap bakar2 semak/hutan :)

ipied said...

wah ted itu sudah cita2 ku buat terbang ke kalimantan ke balikpapan atau samarinda... kapan ya bisa punya kesempatan ke sana..

bagiku kalimantan itu unik dan eksotis, aku cuma pengin membuktikan kebenarannya hihi, apa emang kayak gitu ted?

rerere said...

wuaaaw, udah pernah naik pesawat, pasti anak orang kaya