Monday, July 06, 2009

Goyang Lidah: Bakmie Jowo DU 67

Hawa Bandung yang dingin didukung perut lapar kembali menggiring saya ke sebuah kedai bakmie yang terletak di pinggiran Jalan Dipati Ukur. Sebuah kedai Bakmie yang konon menawarkan tradisionalitas masakan bakmie, yaitu Bakmie Jawa DU 67.


Sebenarnya ini bukan kali pertama saya bersama isteri mencoba bakmie di tempat ini. Setidaknya kami pernah mencoba bakmie di tempat ini dua kali. Pertama, kami mencobanya saat siang hari (bukan waktu yang tepat sebenarnya) saat tempat ini belum terlalu ramai. Dan, kedua kalinya kami mencoba di malam hari (nah, ini baru tepat). Entah karena kangen rasa dan suasananya ataukah hanya karena dinginnya Bandung yang mendorong kami kembali kesini.

Seperti namanya, Bakmie Jowo 67 ini menyajikan menu khusus Bakmie, yaitu Bakmie Goreng, Bakmie Godhog, dan Bakmie Nyemek. Menu pelengkap lainnya berupa tambahan ati ampela, kripik paru, krupuk kulit, hingga nasi goreng. Untuk minuman, tempat ini menawarkan teh poci dan wedang ronde sebagai andalannya. Meski begitu, minuman umum lain semacam jus, es teh, soda gembira pun tersedia di sini. Dan untuk malam ini, saya memesan seporsi Bakmie Godhog, Bakmie Goreng Ati Ampela untuk istri, dan satu porsi Teh Poci dengan 2 cangkir.


Pertama yang datang duluan adalah Teh Pocinya, sedangkan pesanan Bakmie datang belakangan. Dapat dimaklumi memang, semalam bertepatan dengan malam minggu dan liburan anak sekolah, hingga cukup membuat tempat ini penuh. Dan tentunya akan membuat kita menunggu beberapa lama. Tapi tidak perlu bosan selama menunggu, sebab alunan musik Jawa setia menemani. Sambil menikmati alunan lagu khas Jawa, kami pun mengobrol ngalor ngidul ditemani nikmatnya Teh Poci yang Nasgithel (panas, legi, kenthel). Teh poci disini disajikan panas di dalam sebuah poci kecil, dan 2 cangkir yang didalamnya terdapat beberapa bongkahan kecil gula batu. Tuangkan tehnya ke dalam cangkir, aduk sebentar, biarkan gula batu mencair, lalu nikmati. Sebelumnya, akan lebih klop jika menghirup aromanya terlebih dahulu. Dijamin mata yang ngantuk akan kembali melek dan segar. Setelah itu, silahkan diminum dan nikmati sensasi teh yang begitu alami, wangi, dan kental. Ahh...mantap!

Tak terasa, pesanan Bakmie kami pun datang. Bakmie Godhog untuk saya, dan Bakmie Goreng Ati Ampela untuk istri. Sekedar informasi, Bakmie Godhog adalah bakmie rebus dengan kuah yang agak banyak, sedangkan Bakmie Nyemek adalah bakmie rebus dengan kuah yang sedikit. Satu porsi Bakmie Godhog disini cukup besar, berisikan bakmie dicampur telur, daging ayam, potongan bakso, sayuran, cabe rawit potongan, ditaburi bawang goreng dan daun seledri. Rasanya pun khas, terasa nikmat, gurih, dan mantap. Pertama saya mencicipi kuahnya terlebih dahulu. Rasanya begitu kaya dan gurih nikmat. Campuran telur, bumbu, dan bahan lain mampu membuat lidah saya tak berhenti mengecap. Bakmie nya pun tebal dan nikmat, bumbunya begitu meresap. Satu suapan awal bakmie bercampur daging ayam, bakso, sayuran, telur, dan kuah terasa begitu pas dan nikmat di dalam mulut. Keringat yang mulai muncul semakin menambah semangat menyantap. Hingga tak terasa, seporsi Bakmie Godhog telah saya habiskan.
Saya perhatikan, istri saya masih menikmati Bakmie Gorengnya. Sepiring Bakmie Goreng berwarna agak kecokelatan dipadu dengan potongan daging ayam, bakso, ati ampela, sayuran, dan telur. Juga bertabur bawang goreng dan seledri. Semuanya terlihat begitu menggoda untuk dinikmati. Sambil menunggu istri saya menghabiskannya, saya kembali menikmati Teh Poci yang masih tersisa lalu memesan refillnya (gratis, kecuali tambahan gula batunya) karena masih merasa kurang.

Setelah selesai, kami pun kembali menyeimbangkan perut yang kekenyangan dengan Teh Poci sambil mengobrol. Sesaat setelah perut kembali tenang, kami pun membayar. Untuk itu semua kami cukup mengeluarkan Rp 37.500,- dengan rincian:

* 1 porsi Bakmie Godhog Rp 13.500,-
* 1 porsi Bakmie Goreng Rp 13.500,-
* tambahan ati ampela Rp 3.500,-
* Teh Poci 2 cangkir Rp 5.000,-
* tambahan gula batu Rp 2.000,-

Untuk sebuah suasana dan kealamian rasa, harga yang dibayar memang cukup terjangkau. Terlebih lagi porsi yang ditawarkan pun tergolong besar (kecuali memang anda makannya banyak). Bagi yang menyukai porsi kecil, bisa mencoba 1/2 porsi Bakmie dengan harga Rp 11.000,-.

Penasaran ingin mencoba? Datanglah ke sini. Letaknya agak menjorok dari pinggir jalan. Patokannya adalah plang bertuliskan Bakmie DU 67 yang dapat dilihat di sebelah kiri jalan (dari arah SPBU Sekeloa, Dipati Ukur) dan sebelah kanan (seberang jalan dari arah Simpang) tak jauh dari ITHB (Institut Teknologi Harapan Bangsa).

Selamat mencoba...

4 comments:

Retrira said...

Teh pocinya unik banget tekonya.. Indonesia banget!

waduh, makanannya tampak enak banget! Jadi laper!
Ntar kalo ke Bandung perlu dimampirin nih :)

Meidy said...

udah pernah ngrasain bakmi jogja blom mas? terutama bakmi mbah Mo.. uiiiiihhh.. uenak pol! sama bakmi DP ini enak mana ya?

Cara Mengobati Asam Lambung said...

wah harganya relatif murah ya ?

Obat Rematik said...

wah harganya terjangkau , apalagi untuk anak kost :D hehe