Friday, August 14, 2009

[Dulu] Saya Juga Pramuka

Jujur aja, sebenarnya saya sempat lupa kalo hari ini, Jumat, 14 Agustus 2009 adalah Hari Pramuka. Bagaimana gak lupa? Sekarang ini berbagai media sedang sibuk meliput mengenai buronan teroris Nurdin M. Top. Belum lagi gugatan Pemilu ulang yang tidak diterima MK. Juga antara gosip dan fakta yang sedang menggoyang KPK. Semuanya seolah lupa dengan yang namanya Pramuka. Sehingga demi merefresh kembali ingatan teman-teman, status Gtalk saya hari ini bertuliskan: Selamat Hari Pramuka...


Memang selepas masa pendidikan 9 tahun, sebagian besar dari kita sudah lepas dengan atribut pramuka. Itupun jika di SMA-nya masih mendapat kegiatan ekstrakurikuler ini. Coba saja tengok, jika dahulu (jaman saya sekolah) setiap hari Jumat adalah hari kegiatan Pramuka. Baik yang ikut maupun tidak ikut, semua memakai seragam Pramuka. Tak hanya siswa, tapi juga guru. Tapi kini seolah semua itu lenyap. Jarang sekali, bahkan saya hampir tidak pernah melihat lagi anak sekolah yang memakai seragam Pramuka. Wajar, sekarang ini biasanya hari Jumat, mereka memakai batik yang menjadi ciri khas sekolah masing-masing.

Meskipun saya sudah tidak menjalani masa-masa Pramuka itu, dalam benak masih sempat teringat waktu Pramuka dulu. Di jaman saya sekolah dulu, dimana internet belum merajalela, PS belum ada (adanya dingdong) kegiatan Pramuka masih terasa kental di sekolah-sekolah. Tiap Jumat sore, dari SD hingga SMA kegiatan Pramuka selalu ada. Dari Pramuka inilah saya mendapat bekal mengenai cara-cara berkemah, bertahan di alam bebas. Juga ikatan tali-temali yang tak jarang berguna hingga pelajaran baris- berbaris. Berbagai macam sandi-sandi mulai semaphor hingga sandi morse. Semuanya itu terasa menyenangkan untuk dipelajari. Bahkan ketika dipilih menjadi tim dari sekolah untuk mengikuti acara perkemahan pun terasa sangat membanggakan kala itu.

Pramuka memang menyenangkan kala itu. Tak ada yang mampu menyaingi kegiatan ini selain ajakan bermain bola, bersepeda, atau menyaksikan film seri Ksatria Baja Hitam.

Tapi lambat laun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi agak malas ikut Pramuka. Saya mulai sibuk dengan kegiatan lain yang dicap lebih gaul kala itu. Mulai dari bermain basket hingga nge-band. Terlebih lagi saat SMA, jiwa kepramukaan saya mulai luntur. Kegiatan ekstrakurikuler tiap Jumat sore itu terasa membosankan ketimbang nongkrong atau main ke rumah teman. Terlebih jarak antara rumah dan sekolah yang cukup jauh. Dan saat naik ke kelas 2 lah saya mulai lepas secara formal dengan kegiatan Pramuka. Dan hingga saat ini.

Yang saya bisa lakukan sekarang hanya mengenang masa Pramuka dulu. Sembari mengingat kembali Dasa Dharma Pramuka yang sempat saya hapal. Rasanya saya cukup beruntung pernah menjadi seorang Pramuka. Meski hanya sebentar dan sempat terlupa, saya senang bisa mempelajari tali-temali, semaphor, baris-berbaris, hingga berkemah.

Tapi, saat ini seringkali saya bertanya, kemanakah Pramuka? Apakah arus globalisasi jaman telah melunturkan kepopuleranmu di mata generasi muda?

Semoga tidak, Dirgahayu Pramuka Indonesia..!


*gambar saya pinjam dari sini...

5 comments:

tikapinkhana said...

hi hi hi ikutan pramuka dari sd, senang nya waktu SD diajak jalan-jalan, jelajah tempat yang agak sedikit masuk kekebun-kebun sambil ngambil buah *lho*.
Pramuka SMP diajakin Kemah..walaupun cuma dilapangan depan sekolah :).
Pramuka SMA diajarin pakai tali untuk naik turun jembatan *sekarang malah lupa* (doh)

kips said...

Haha... ternyata hampir sama, walaupun semangatnya luntur tapi tetep menjadi kenangan tersendiri :-D

MacFamous said...

saya dulu juga pramuka .. haha
salam pramuka daaah ..

oelil said...

jadi ingat waktu kemah sama mencari jejak....duduk mengitari api unggun dan lain2

kirayume said...

teringat saat saya mengikuti camp pramuka semenjak saya kelas satu sma. Lebih banyak teriakannya =_="