Tuesday, August 04, 2009

Mari Kita Ngopi Doeloe...

Belakangan, minum kopi atau ngopi sudah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat di kota besar. Kegiatan ngopi yang sejatinya hanya duduk, minum, lalu pergi beralih menjadi minum, baca, nongkrong, ngobrol dan online. Tempatnya pun bukanlah warung kopi di pinggir jalan, tapi beralih ke dalam area mall hingga perkantoran. Waktu tak menjadi soal. Didukung kenyamanan sofa dan kursi serta akses internet gratis semakin membuat orang betah ngopi berlama-lama. Dan tentu saja dengan pelayanan dan fasilitas yang nyaman tersebut harus kita bayar dengan harga secangkir kopi yang lumayan mahal. Jika di warung pinggiran secangkir kopi dapat kita nikmati dengan harga tak lebih dari Rp 2.000,- perak, di kedai kopi modern ini secangkir kopi dapat dinikmati dengan harga mulai dari Rp 25.000,-.

Tapi untungnya, di Bandung, saya menemukan kedai kopi yang lumayan asyik dan nyaman. Dan tentu saja dengan harga yang cukup terjangkau jika dibandingkan gerai kopi semacam Starbucks. Ngopi Doeloe, begitulah nama kedai ini. Letaknya di belakang Gramedia Dago (Jl. Purnawarman, sebelum BEC). Dengan ruangan yang luas dan cukup terang karena memakai dinding kaca, rasanya tempat ini bisa jadi tempat nongkrong yang asik. Entah sekedar menikmati kopi, online di internet, atau berkumpul bersama teman. Interior ruangannya ditata minimalis dengan beberapa kursi dan sofa empuk yang bisa membuat kita betah berlama-lama. Sebagai aksen, beberapa sudut dinding, dipasang kaca yang besar agar menambah kesan lapang dan luas tempat ini. Tampak pula beberapa sudut dinding yang dilukis dengan pola modern dan mencerminkan gaya khas anak muda yang dinamis.

Sore itu, saya bersama istri memilih duduk di sudut dinding, dengan dua sofa empuk dan meja kayu bulat di tengahnya. Suasana tidak terlalu ramai. Di beberapa sudut terlihat sekumpulan maupun pasangan anak muda yang sedang berinternet ria. Ya, tempat ini memang dilengkapi fasilitas hot spot gratis sebagaimana ditawarkan di kedai kopi lain. Buat mereka yang online addict tentunya akan memasukkan tempat ini menjadi salah satu spot favoritnya. Cukup dengan harga kopi mulai dari Rp 12.000,- kita bisa ngenet sepuasnya.

Melihat menu yang ditawarkan, pada awalnya cukup membuat bingung. Bagaimana tidak, untuk ukuran sebuah gerai kopi, Ngopi Doeloe terbilang lengkap dan variatif. Jika di gerai kopi lain menu yang ditawarkan hanya berkisar kopi dan cemilan kecil, di sini lebih dari itu. Bagi yang tidak suka kopi, bisa memilih teh atau soda. Kemudian dari segi makanan, tak hanya cemilan yang tersedia disini. Berbagai macam menu makanan dari tradisional dan internasional pun tersedia. Sebut saja Lontong Goreng hingga Steak. Bahkan Mie Ayam dan Nasi Goreng pun tersedia. Jadi bagi yang tak bisa hidup tanpa makan nasi, tempat ini bisa menjadi pilihan. Melihat daftar menu, jujur saya agak kaget dengan harga yang ditawarkan. Dibandingkan tempat lain dengan pelayanan dan makanan yang sama, di sini jauh lebih terjangkau. Sesuai dengan tag line Ngopi Doeloe: Low Price, Comfort & High Class. Menawarkan kenyamanan dan pelayanan berkelas dengan harga yang terjangkau. Setelah cukup bingung memilih, akhirnya demi perut, saya memesan Hot Spicy Chicken dengan Ice Coffee Latte. Sementara istri memesan Mie Ayam Special dan Hot Lemon Tea.

Tak perlu menunggu terlalu lama, pesanan kami pun datang. Pesanan yang datang pertama adalah Ice Coffee Latte dan Hot Lemon Tea. Saat merasakan Ice Coffee Latte, ternyata rasanya tak kalah dibandingkan dengan Starbucks. Rasa susunya sama manis dan sama kuat rasa kopinya. Tapi sebelumnya diaduk dulu agar manis susu bercampur dengan kopi. Ahh, segar..! Bikin mata ngantuk menjadi melek seketika. Sedangkan Hot Lemon Tea agak berbeda dengan penyajian pada umumnya. Tidak dalam gelas tinggi ataupun cangkir kecil dan potongan lemon. Akan tetapi disajikan secara sederhana dalam satu mug bergambar logo Ngopi Doeloe dengan tambahan dua sachet gula pasir. Saya sempat menyicipnya sedikit, dan rasanya seperti lemon tea kebanyakan. Agak manis-manis asam dan hangat di perut. Sepertinya sangat cocok jika diminum dalam kondisi cuaca dingin saat kurang enak badan.

Kemudian pesanan makanan pun datang. Hot Spicy Chicken disajikan dalam piring lebar dan Mie Ayam Special disajikan dalam mangkuk besar.


Ada yang unik dalam penyajian Hot Spicy Chicken ini, yaitu potongan ayam yang dilumuri saus hot spicy ditaruh diatas lembaran daun sawi yang ditata melebar di atas piring. Nasinya dibentuk bulat agak lonjong dilapisi lembaran daun sawi di tengahnya. Dan ada satu aksen unik serupa dengan bihun putih yang digoreng kering, disajikan diantara potongan daging dan nasi. Dari tampilannya saja sudah membuat lapar. Soal rasa, pedas, dan gurih serta sedikit manis asam berpadu di mulut. Potongan daging ayamnya empuk dan lembut dipadu dengan nasi yang pulen. Ditambah dengan daun sawi yang direbus hingga lembut. Maknyuss...!

Mie Ayam Special disajikan seperti mie ayam kebanyakan. Disajikan dengan potongan daun sawi dalam mangkuk yang cukup besar. Bertabur kerupuk pangsit dan potongan daging ayam yang besar dan royal. Plus semangkuk kecil bakso berkuah sebagai pelengkap. Eits, karena special, tentunya tak hanya ada potongan daging ayam, tetapi jamur! Karena perpaduan warna dan bumbu manis yang menyatu, cukup membuat saya bingung saat mencobanya sedikit. Ini daging ayam atau jamur? Sama-sama lembut dan gurih-gurih kenyal. Baksonya pun enak, kenyal dan liat khas daging sapi. Kuahnya gurih dan tidak eneg. Makin mantap jika makan mie lalu baksonya. Yang berbeda disini, adalah sambalnya. Jangan harap ada saos sambal atau kecap yang mendampingi. Peran keduanya digantikan dengan semangkok kecil sambal cabe. Dari sekilas terlihat sambal itu cukup pedas. Potongan cabe merah, cabe hijau, cabe rawit, tomat, bawang putih tampak berpadu menjadi satu dengan tampilan agak berminyak. Sayang, istri saya tidak mau mencobanya. Dan saya pun sudah terlalu kenyang dengan Hot Spicy Chickennya. Jadi sambal itu tak kami utak-atik sedikit pun :P.

Lepas menyantapnya, segelas besar Ice Coffee Latte dan secangkir Hot Lemon Tea cukup menetralkan panas perut kami. Sambil menghabiskan porsi minuman yang cukup banyak itu, kami mengobrol. Setelah puas menyetabilkan perut yang kenyang, kami memanggil pelayan dan meminta bill. Untuk semua itu, kami membayar Rp 60.000,- dengan rincian:


  • Hot Spicy Chicken Rp 17.000,-

  • Mie Ayam Special Rp 15.000,-

  • Ice Coffee Latte Rp 12.000,-

  • Hot Lemon Tea Rp 9.000,-


Total Rp 53.000,-

pajak (13.5 % ?!) Rp 7.155,-

Ngopi Doeloe Cafe - Bandung

* Jl.Hasanudin no 7 : 022 2514601 - 022 2500987

* Jl.Purnawarman no 24-26 : 022 - 70006468

* Jl.Banda No.25 (Banda Boutique Outlet) : 022 4208529

* Jl.Teuku Umar no 5 : 022 2502339 - 022 25000639


8 comments:

Rashid Sharif said...

I have visited your blog for the first time and found it a well organized blog. Keep sharing nice stuff. Following are my blogs. You can join me there . . .

Indian & English MP4 Movies
IT Mela | Pakistan's Largest Urdu Forum
Full Softwares Downloads - Download For All

mayasari said...

me, the coffee addict........ :D

kips said...

Wah, asik jg tuh buat ngopi bareng kapan2 :-D

Fenty Fahmi said...

lucu nasinya dibungkus gitu :p

luvie said...

penyajian makannanya lucu.

tapi kok keliatanya kopinya encer yah??? atau cuma keliatanya aja??

tedy said...

@luvie, yoi, agak encer...tapi emang gitu rata2 kebanyakan ice coffee, suka pada pelut ngasih kopinya... Starbucks juga gitu :(

ipied said...

iya kemarin aku nyoba yang di merdeka yang deket FO dan gramedia itu :) ternyata namanya Jl.Purnawarman no 24-26 ya... hehehehe

murah dan enak, seperti harga di Bengawan Solo Coffee.. kemarin aku nyoba yang Kopi Bandrek. sayang bandreknya kurang terasa :)

tapi pelayanan di sana bagus, tanggap dengan konsumen dan ramah. aku suka heheheh kapan2 mampir sana lagia ah..

mesin kopi said...

ngopi..?? yuukk mariii
Kopi espresso double sungguh nikmattt