Thursday, August 27, 2009

Menuju Rumah Impian

Home sweet home...

Membaca penggalan pepatah itu, mengingatkan saya akan masa kecil di pinggiran kabupaten Bogor, Sawangan. Saat itu saya tinggal bersama kedua adik dan orang tua di sebuah rumah kontrakan kecil yang hanya terdiri dari 3 ruang utama. Ruang depan berfungsi sebagai ruang tamu sekaligus teras. Ruang tengah digunakan sebagai kamar tidur sekaligus ruang TV yang dibatasi dengan lemari kaca. Dan ruang belakang yang difungsikan sebagai ruang makan dan dapur sekaligus ruang tidur tambahan. Memang terkesan kurang layak sebagai tempat hunian. Dengan jumlah 5 kepala, tentunya 3 ruangan tidaklah cukup. Meskipun begitu, dengan segala keterbatasan, masa SD hingga lulus SMP saya habiskan disana.

Hingga akhirnya impian memiliki rumah sendiri terwujud. Meski untuk itu, kami harus mudik kembali ke kampung halaman di Purworejo, Jawa Tengah. Bermodalkan sebidang tanah warisan dari nenekku, kami akhirnya punya rumah sendiri. Tidak lagi hanya 3 ruangan, tetapi 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 ruang makan dan dapur. Meskipun sederhana dan kurang luas, bagi saya hal itu lebih dari cukup daripada berdesak-desakan dalam 3 ruangan seperti saat mengontrak di Bogor. Dan selama hampir 3 tahun lebih, masa SMU saya habiskan di rumah baru sederhana itu.


Alhamdulillah, kini saya telah bekerja dan menikah. Selepas SMU pada tahun 2002, saya melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah di Jakarta. Hingga 3 tahun kemudian saya pun lulus, bekerja, dan menikah. Sayangnya, hingga saat ini saya belum bisa mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Sebuah rumah yang tak hanya nyaman, juga cantik, jauh lebih nyaman dan cantik daripada rumah di kampung. Berbagai macam halangan memaksa saya menunda keinginan memiliki rumah. Hingga masuk masa bekerja dan menikah ini, hidup saya tak jauh dari yang namanya kos-kosan dan kontrakan. Ngekost pada masa awal bekerja, dan mengontrak setelah menikah. Meskipun begitu, keinginan memiliki rumah sendiri tetap besar. Sedikit demi sedikit, saya dan istri menabung demi mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Sebagaimana kita ketahui, tahun demi tahun harga rumah selalu mengalami kenaikan. Tak seimbang dengan kenaikan pendapatan. Oleh karena itu, demi mewujudkan memiliki rumah, kami harus lebih cermat berhitung dan menabung.

Jika saya boleh berandai-andai, saya menginginkan sebuah rumah yang berdesain minimalis. Dengan aliran udara yang baik, dilengkapi dengan pencahayaan yang cukup. Tak lupa juga sanitasi dan air yang bersih. Tak perlu terlalu luas, yang penting cukup untuk bergerak leluasa dan menampung perabotan. Tak perlu banyak kamar, paling tidak 2-3 kamar sudah cukup. Lantai keramik warna putih atau krem. Tembok polos dengan cat warna krem atau putih. Langit-langit luas berhiaskan lampu gantung. Kamar mandi dengan bath tub, shower, dan washtafel. Dapur yang luas dengan kitchen set sendiri. Sebuah ruangan untuk musholla dan perpustakaan. Tak lupa ruangan untuk garasi (meskipun sementara ini hanya memiliki sepeda motor). Dan sebidang tanah kecil di sekeliling rumah sebagai taman untuk menyegarkan suasana dan menciptakan kesan alami.

Demi penerangan dan hemat cahaya, jendela-jendela dibuat agak lebar dan mampu mengalirkan udara sejuk ke dalam rumah sehingga bisa mengurangi penggunaan AC dan lampu. Ruang tamu (1) berisikan sofa empuk dengan warna-warna hangat dan beberapa hiasan yang tidak terlalu ramai. Agak masuk ke dalam menuju ruang keluarga (2), terdapat TV dan home theatre beserta sofa untuk menikmatinya. Juga beberapa perabot berwarna cokelat untuk menciptakan kesan hangat. Kamar utama (3) dibuat sedemikian rupa sehingga terkesan sejuk dan luas. Kasur diletakkan agak rendah mendekati lantai, dengan jendela yang langsung menghadap taman agar menciptakan kesan alami dan segar. Sebuah kaca cantik beserta meja kecil untuk tempat dandan istri. Karpet kecil untuk sejenak duduk di lantai. Kamar anak (5) pun dibuat dengan jendela yang cukup lebar agar mendapat pencahayaan cukup. Sebuah kaca lebar ditempel di dinding demi menciptakan kesan lebar dan luas. Kamar mandi (4) dengan bath tub, shower, dan washtafel untuk sekedar mencuci muka atau sikat gigi. Tak lupa ditambah ruangan khusus untuk Musholla sebagai tempat ibadah keluarga. Juga ruangan khusus untuk perpustakaan untuk memenuhi hasrat membaca istri saya.

Ah, menuliskannya saja sudah membuat saya bermimpi terlalu jauh. Yah, paling tidak itulah mimpi saya mengenai rumah impian. Yang pasti, kriteria utama rumah impian saya adalah kesehatan, keamanan, dan kenyamanan. Sebab rumah bukan hanya berfungsi sebagai tempat berteduh dan berlindung semata, namun jauh lebih dalam lagi yaitu tempat membina dan membangun sebuah keluarga yang harmonis.

Nah, bagaimana dengan kamu? Bagaimana rumah impianmu? Ayo berbagi cerita sekaligus mengikuti sayembara di propertykita.com. Yah, siapa tahu bisa menang. Kan, lumayan uangnya bisa untuk menambah DP rumah :P




PS: gambar diolah dari google (http://blog.sanriotown.co.id/vievie:hellokitty.co.id/2009/06/30/rumah-idaman-hohoho/)

28 comments:

nengbiker said...

gosh, i love the bed part ^^
plus tamannya itu yg ga nguwati...

mayasari said...

berawal dari mimpi, dan dengan kerja keras wujudkan mimpi itu.........

tikapinkhana said...

Wah sama...pengen punya rumah juga T_T,
Wah kalau ikutan nulis rumah impian...hmm bisa ga yah?*masih bertanya pada diri sendiri dulu deh*

cipu said...

Saya jualan furniture bro, kalo sudah beli rumah, don't hesitate to call me yah... barang nya bagus bagus lo ;)

eskopidantipi said...

@nengbiker: yoi, biar kalo jatuh ke lantai ga patek sakit :P

@mayasari: sipp mbakyu :)

@tikapinkhana: di Depok banyak kan? ikutan aja, kalo menang lumayan buat nambah DP..ya to?

@cipu: weh, asyik bole bole...harga teman ya :P

dony said...

doain yah ... saya dalam rangka nih
btw impian kita tentang rumah sama tuh

Fenty Fahmi said...

loh masih ada ya ajang ini, tiwas aku gak jadi buat, hahahaha

eh eh, ternyata kamu seangkatan sama aku :D

Bandit Pangaratto said...

hooo... kerennnn

tunjungs said...

Waaaa .. Hampir bikin posting'an yang serupa.

Eh ada sayembara nya tho ?

morishige said...

hm.. rumah impian saya terletak di sebuah padangrumput kecil dengan pohon Oak besar di sampingnya..
rumah itu beratap tinggi dan di atapnya ada balkon..
di rumah itu ada ruangtamu dengan sofa empuk yang nyaman, ruang keluarga, ruang baca, dan study.. dan tentu saja kamar.. 3 atau 4 lah.. :D

♥ Neng Aia ♥ said...

waduh.. kayaknya bukan kamu aja deh yang kepengen rumah yang isinya seperti itu.. aku juga pengen... yuk sama2 berdoa dan berusaha ;)

ernut said...

kemarin ud komen lho aku di sini? blm dimoderasi kang? atau....?

curipandang.com said...

blognya keren.

salam kenal dari curipandang.com bos!

ipied said...

postingan ini buat ikut sayembara kah? *ngikik jahat*

rumah ya? mau yang kayak apa ya? yang kecil mungil aja, yang bisa untuk 2 anak, gak usah terlalu besar, tapi bisa di apgred rumahnya (ditambah ruangan gitu). kenapa pilih yang kecil? biar ngurus (terutama ngepelnya) gak nyapek2in hahahaha...

Berry Devanda said...

semoga tercapai dalam waktu dekat boz...
salam dan sukses selalu...

eskopidantipi said...

@dony: sip, mas...bagi2 tips n triknya ya kalo udah gol...

@fenty: hari ini terakhir loo :)

@bandit: keren dan mahal :(

@tunjungs: ayo bikin, hari ini terakhir

@morishige: mirip kaya rumahnya Clark Kent di Smallville ya.. enak tuh

@neng aia: sip sip, mari saling berusaha *gym*

@ernut: ndak ada moderasi kok...error mungkin ya :)

@curipandang: gosip terus sampe dower...(lol) (rock)

@ipied: sederhana, simpel, tapi lengkap... pake pembantu to yo..

@berry devanda: amin amin... salam sukses juga :)

Rumah Impian said...

Saya juga punya rumah impian. :)

kakve-santi said...

salam...

saya akan punya rumah impian jika sudah bekerja, amin!

♥ Neng Aia ♥ said...

mampir lagi nih....

Ica Puspitasari said...

Setelah baca posting ini, saya penasaran & buka banner Blogging Competition'09. Coba2 ikutan, ternyata blog saya tidak bisa di trackback dg propertikita.com. Googling & tanya sana-sini, sampai tgl 31 Agt, masih blm bisa trackback. Akhirnya hopeless.. tapi masih teteup penasaran dg makanan "trackback" :)
Apa posting ini bisa di trackback??

atspoedj said...

nabung.. nabung.. nabung..
investasi jg ding... :D

mg cpt punya rumah baru tedd..

aq jg pengen.. tpi, tabungane msh segitu jei..

eskopidantipi said...

@rumah impian: semoga rumah impian kita semua bisa terwujud, amiin...

@kakve-santi: amiin...

@neng aia: silahkan, mumpung mampir masih gratis :)

@ica p: penasaran juga, setiap hari cek properti kita kok gak ada ya *doh*

@atspoedj: tabunganmu mesti wakeh tooo

bluethunderheart said...

siag
salam persahabatan
salam hangat selalu

kips said...

Pengalaman awal rasanya persis dengan yg saya alami ketika awal tinggal di Jkt, ngontrak tempat yg terdiri dari 3 ruangan haha... Sementara impian rumah idamannya, ya kurang-lebihnya sama (LOL)

Riki Pribadi said...

Kewl...umur 25 udah merid + hampir punya rumah....tetap semangat bro, dimana ada usaha disitu ada jalan.

Btw salam kenal, gw link ya..

yoan said...

ah, rumah ya... saya juga punya rumah impian, tak perlu besar, yang penting bisa menampung anak-anak saya yang [insya Allah] banyak, dengan pekarangan luas dan pohon-pohon rindang tempat mereka nanti bermain bergelantungan...

sip! semangat! mimpi hari ini, kenyataan esok hari [insya Allah] =)

ajengkol said...

Home sweet Home

eskopidantipi said...

@kips: rumah di jakarta muahal-muahal kang, biar save ya ngontrak dulu deh :P

@riki pribadi: Alhamdulillah... klo hampir mah masih jauh mas, DP aja belum kumpul. Doain menang aja deh, lumayan buat nambah DP :)

@yoan: sip, semangat juga mas, demi anak dan keluarga!

@ajengkol: there's no better place than home, right?