Sunday, November 22, 2009

[Sharing]: Nyawa = Uang?

Seperti biasa tiap pagi sesampainya di kantor saya selalu menyempatkan diri melepas penat sejenak setelah mengarungi kemacetan. Secangkir teh hangat atau kopi bisa menjadi obat rileks yang tepat. Ditambah beberapa obrolan menarik. Sebuah ritual untuk membuka hari.

Obrolan pagi itu dibuka dengan cerita seorang teman yang dibuat kesal oleh sebuah RS Swasta. Malam sebelumnya adik iparnya sedang mengalami kesulitan dan meminta bantuan. Anak adik iparnya yang masih bayi berusia 5 bulan menderita kelainan paru-paru dan mendadak harus dibawa ke Rumah Sakit. Rumah Sakit terdekat ternyata tidak sanggup dan memberikan rujukan ke Rumah Sakit lain yang peralatan medisnya lebih lengkap dan canggih, sebutlah RS A.


Singkat cerita si adik ipar membawa anaknya ke RS A tersebut. Namun apa yang diharapkan sangatlah jauh dari perkiraan. Meski berbekal dengan surat rujukan, pihak RS A tanpa alasan yang jelas menolak pasien. Sebelumnya mereka memberitahu jika ingin dioperasi harus menyiapkan sejumlah uang yang tidak sedikit (10 juta). Sedangkan pada malam itu dia hanya punya 2,5 juta. Entah atas dasar apa pihak RS menolak permohonan tersebut dengan alasan kamar sudah penuh. Sebagai informasi, penampilan si adik ipar ini memang biasa. Dan ini merupakan kali pertama dia masuk ke RS A tersebut. Akhirnya dia meminta pertolongan pada kakak iparnya (teman saya) yang notabene adalah anggota pengguna RS A tersebut. Ternyata setelah kedatangan teman saya, pihak RS A tetap bersikeras menolak pasien dengan alasan kamar sudah penuh. Entah kenapa, padahal ada unit gawat darurat, tapi tidak tergerak sedikitpun. Itupun sudah ditambah, semua biaya akan ditanggung oleh teman saya. Tapi hasilnya tetap nihil dan hingga sekarang saya tidak tahu kabar bayi malang tersebut.

Dari kisah di atas, jujur saya merasa miris atas sikap RS A tersebut. Sebuah penolakan tanpa alasan yang jelas dan terkesan mengada-ada. Seolah-olah hanya mempertimbangkan dari segi penampilan pasien dan segi ekonomi semata. Bukankah ada hal yang lebih besar?! Mereka bermain-main dengan nyawa. Nyawa seorang bayi malang yang saat itu tengah membutuhkan pertolongan. Entah hati mereka terbuat dari apa sehingga tega menolak bayi itu. Mungkin di pikiran mereka, nyawa bisa diganti dengan sejumlah uang. Mungkin di benak mereka, nyawa adalah uang. Uang yang utama ketimbang nyawa. Entahlah...

Beginikah potret Rumah Sakit di Indonesia?

Ah, seharusnya mereka lebih sering menonton serial Grey's Anatomy supaya mata dan benak mereka sebagai manusia terbuka dan tidak mati...

30 comments:

marsudiyanto said...

Ngeri juga kalau nyawa diperhitungkan pakai uang.
Semoga kita tak mengalaminya...

Sukses buat eskopidantipi beserta kucingkecil nya...

**:´¯`·­»N@n£imØ«­·´¯`·** said...

yup.... namun semua hal tidak bisa di beli dgn uang....

ipied said...

nah justru itu eskop, mereka itu ndak sempet nonton Grey's Anatomy jadinya gak ngerti dehhh :))

niko said...

pengen ada rumah sakit kaya jamannya khalifah dulu (khalifah yg mana lupa).. kayanya pasien yg datang diterima dengan senyum, tiap hari selalu dibisikkan kata-kata semangat, pasien tak pernah ditakut-takuti dan terus diberi semangat, ketika sembuh pasien diberi uang biar nggak usah kerja dulu selama masa penyembuhan..

kapan ya ada yg kaya gitu??

Arema said...

namanya juga RS swasta kang, jadi khan orientasinya profit. RS nya tidak bsia sepenuhnya disalahkan sih, kalo terus menerus menerima admisi pasien tanpa dana, maka lama-lama bangkrut juga tu RS. RS swasta khan sama persis seperti organisasi profit lainnya, menawarkan pelayanan kesehatan dengan imbalan dana.
kalo mau yg murah, dan gratis, ya mestinya ini tanggungjawab pemerintah melalui RSU pemerintah, bukan tanggungjawab pengusaha yg mendirikan RS swasta.

nengbiker said...

susah juga sih. asli bener ga ngerti kudu gimana klo berhubgn sama rs yang semestinya tempat kita nggantungin nyawa saat terdesak. mereka juga perlu hidup walo mgk hati nurani mereka jg ga tega tp tuntutan uang susah ditolak jg

morishige said...

saya sih belum pernah punya pengalaman ditolakin rumah sakit. dulu waktu bayi pernah sih harus masuk ICU gara-gara sakit, tapi untungnya pihak RS gak nolak. hehe.. :mrgreen:

kalo uang udah merasuki paramedis, kacau dah!

Kerja Keras Adalah Energi Kita said...

blognya keren dan menarik gannn . . . . . .

dhodie said...

Mau ndamprat sebenernya dengan budaya individualis banyak orang-orang kita sekarang. Udah muntab. Sedih, makin ke sini koq malah makin cuek sama sesamanya.

Yep, Grey's Anatomy is cool, anyway.

*woiii balik wooiii*

alisyahsamosir said...

beginilah keadaannya kalau segala sesuatu udah berprioritas ke bisnis, bukan pelayanan

Rinie ◕‿◕ said...

manusia jaman sekarang muka na udah di kasi label $$$$$ maka na mata duitan, komersil smuah smuah... huhuu

padahal nyawa lebih penting iaa daripada uang...

kkaa.. rinie lama ga main di siniii... hihiiii

si Rusa Bawean said...

kadang seh begitu
tapi gak selalu seh

Iman Sulaiman said...

Sering dengar yang seperti ini. Pernah ngobrol dgn sopir big boss saya di kantor, bahwa ia pernah diperlakukan begitu juga oleh sebuah RS besar, namun setelah si sopir dengan lihai menunjukkan betapa kayanya si big boss ini barulah pihak RS menerima, bahkan langsung berbeda sikapnya menjadi jaauuuuh lebih ramah dan santun.

Luar biasa ya, bahkan hingga hari ini pun kayaknya belum ada perubahan.

Thanks postingannya bro Eskop (worship)

alfend said...

mau gimana lagi abisnya, kalo ga punya itu susah mau ngapa2in..

semoga pas aja kitamah

kips said...

kok gak masuk ya koment nya :))

indra said...

Ngenalin diri jg meski belu terisi :D

kaosmu said...

Semoga tidak banyak orang yang mengalami hal yang sama, amin.

Novi Saluntara said...

hi salam kenal....
maap saya mampir tanpa diundang ke blognya niy ^_^...
kasian ya bayi-nya...
duh itu RS ko begitu ya... T_T

Hapi said...

hello... hapi blogging... have a nice day! just visiting here....

xamoeba said...

terimaksih ne postingannya, nambah info

PakOsu said...

Lama juga gak diupdate ya, salam.

PakOsu said...

Ingat lagu Iwan Fals kalau baca posting ini.

sprei bed cover said...

wow nice steady interesting and useful info, really nice blog
sprei anak
sprei murah
bed cover murah

ADMIN CERITA SERU said...

Blog dan artikelnya bagus, komentar juga ya di blog saya http://ceritaserudewasa.blogspot.com

Admin Web said...

Numpang komentar nih, blog dan artikelnya bagus juga, komentar juga ya di blog saya www.memebee.net

sprei said...

thanks for your blog articles and useful info, success is always hope, greeting bloggers.
sprei bed cover
sprei murah
sprei online
jual sprei
grosir sprei
sprei anak

Yogi Marsahala said...

tetap harus usaha gimana caranya karena segala usaha dan hasil usaha itu membuat hidup kita lebih berwarna, komentar juga ya di blog saya myfamilylifestyle.blogspot.com

Pengobatan Maag Kronis Secara Alami said...

Nyawa di sebandingkan dengan uang ?

Prediksi Jitu Modzjempol said...

Mantab sekali informasinya, salam kenal dari saya Modzjempol

Anonymous said...

kunjungi ya www.goocap.com
Thank you..